Panduan Untuk Budidaya Sawi Organik

Panduan Untuk Budidaya Sawi Organik

Panduan Untuk Budidaya Sawi Organik

Cara Menanam Sawi tergolong mudah. Karena sistem menanam sawi hampir mirip bersama dengan sistem budidaya tanaman lain, layaknya brokoli, lobak, kubis bunga dan kubis krop, yang mana beberapa tipe tanaman selanjutnya sebetulnya tetap juga satu keluarga bersama dengan tanaman sawi Akan tapi dikala Anda inginkan menanam sawi, Anda juga wajib punya wejangan cara menanam sawi yang tepat sehingga membuahkan panen sesuai bersama dengan harapan dan bakal mendatangkan keuntungan.

Panduan Untuk Budidaya Sawi Organik

Sawi hijau atau Caisim (Brassica sinensis L.) merupakan tanaman sayur yang ditanam tanpa kenal musim (dapat ditanam selama tahun). Tanaman sawi bisa hidup di dataran tinggi dan dataran rendah. Tetapi kebanyakan para petani membudidayakannya pada dataran rendah bersama dengan ketinggian antara 5-1200 mdpl. Tanaman sawi bisa ditanam di sawah, ladang, maupun pekarangan rumah. Tanaman sawi tergolong tanaman yang tahan pada cuaca. Pada musim hujan bakal tahan pada guyuran air hujan. Sedangkan pada musim kemarau juga tahan pada terik sinar matahari, asalkan dibarengi bersama dengan penyiraman rutin.

Langkah-Langkah Menanam Sawi
Benih Sawi
Salah satu aspek penentu keberhasilan menanam sawi adalah penentuan benih sawi. Karena benih yang baik bakal membuahkan tanaman bersama dengan pertumbuhan yang bagus. Setiap 1 ha lahan diperlukan kurang lebih 750 gram benih sawi. Alangkah lebih baik terkecuali pilih benih yang udah unggul kualitasnya, layaknya benih unggul Caisim Dora. Benih unggul Caisim Dora ini merupakan product benih unggul karya anak bangsa bersama dengan kualitas baik tipe Open Pollinated (OP) benih Holtikultura.

Pengolahan Tanah
Lakukan penggemburan tanah bersama dengan membajak atau mencangkul tanah sedalam 20-40 cm
Berikan pupuk basic bersifat pupuk kandang kurang lebih 10 ton per 1 ha lahan yang ditabur secara merata pada lahan untuk menambah kesuburan tanah
Sebelum menaburkan pupuk kandang, tanah dibersihkan dulu dari gulma, tanaman liar dan tanaman pengganggu lainnya
Untuk tanah yang punya pH benar-benar asam, lakukan pengapuran memanfaatkan kapur dolomit. Pengapuran ditunaikan 2-4 mingu sebelum waktu tanam
Oleh dikarenakan itu, sebaiknya, pengolahan tanah ditunaikan antara 2-4 minggu sebelum lahan ditanami
Persemaian Benih
Rumah Bibit
Buat tempat tinggal bibit memanfaatkan bambu dan atap plastik polietilen bersama dengan ukuran lebar 1,5 m, tinggi anggota depan 1,3 m, tinggi anggota belakang 1 m, dan panjangnya sesuai kebutuhan. Untuk bedengan pembibitan dibuat pada lahan seluas 80-120 cm.

Penyemaian
Siapkan 2kg pupuk kandang, 20 kg Urea, 10gr TSP, dan KCI 7,5gr yang dicampur merata sesudah itu ditaburkan ke bedengan secara merata, 1 minggu sebelum benih sawi ditaburkan. Setelah benih sawi ditabur, benih ditutup bersama dengan tanah tidak tebal setebal 1-2 cm.

Transpalnating
Yaitu isi panel semai pada fasilitas semai sampai penuh sesudah itu membasahinya bersama dengan air. Jika benih udah tumbuh daun 2-3 helai, bibit sawi udah bisa dipindah ke panel semai. Diisikan satu benih per lubang tana, jangan lebih. Selanjutnya simpan panel semai di dalam tempat tinggal bibit selama 3-4 minggu sampai siap tanam.

Penanaman Sawi
Satu minggu sebelum sistem tanam, lahan diberi pupuk kandang sebanyak 10 ton untuk tiap-tiap hektar lahan, ditambah bersama dengan TSP 100 kg, dan Kcl 75 kg. Setelah itu, benih sawi ditanam di atas bedengan bersama dengan lebar 120 cm dan panjang sesuai bersama dengan ukuran tanah. Tinggi bedeng antara 20 – 30 cm, dan jarak antar bedengan kurang lebih 30 cm. Gunakan jarak tanam dalam bedengan ukuran 40 x 40 cm atau 30 x 30 atau 20 x 20 cm. Saat penanaman, hanya bibit sawi kualitas baik yang ditanam, yang pertumbuhannya normal dan seragam, tidak kerdil dan tidak terkena penyakit. Pindahkan bibit sawi bersama dengan hati-hati, membuat lubang ukuran 4– 8 x 6–10 cm untuk menanam bibit sawi.