Kemendikbud Akan Terus Tata Guru dan Tenaga Kependidikan Indonesia

Kemendikbud Akan Terus Tata Guru dan Tenaga Kependidikan Indonesia – Pendidikan adalah hal yang paling penting untuk kemajuan bangsa dan negara. Oleh sebab itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bertekad guna menyelesaikan sekian banyak permasalahan yang timbul di sektor pendidikan. Salah satu masalah pelik yang dihadapi ketika ini ialah masalah guru.

“Sebenarnya bila masalah guru ini tertangani dengan baik, maka 70 persen urusan edukasi di Indonesia ini selesai. Yang anda butuhkan ketika ini ialah guru yang kreatif, cerdas, inovatif, bekerja menurut panggilan jiwa sehingga benak dan hatinya bakal tergerak,” kata Muhadjir melewati pesan tertulis, Jumat (16/11).

Muhadjir menyampaikan, ketika ini beban kerja guru tidak lagi 24 jam tatap muka tetapi 8 jam sekitar 5 hari kerja laksana ASN pada umumnya. Hal ini telah diterapkan mulai tahun ini, secara bertahap sekolah merealisasikan jam belajar melatih selama 8 jam sekitar 5 hari kerja.

Dengan begitu, dia berharap supaya tidak terdapat lagi guru yang sudah memiliki sertifikat namun tidak dapat mendapatkan tunjangan profesi sebab tidak dapat memenuhi 24 jam tatap muka.

“Untuk siswa, sekolah dapat menerapkan program reguler laksana pada lazimnya atau boarding school. Bagi sekolah negeri tetap sekolah reguler dan bila memang ada kepandaian untuk latihan tambahan, silahkan,” ungkap dia.

Mendikbud menjelaskan, APBN tahun 2019 menjangkau Rp 2.461,1 triliun. Sebanyak 20 persen dari perkiraan tersebut atau sebesar Rp 492,5 triliun diperuntukkan untuk sektor pendidikan. Dari perkiraan sektor edukasi tersebut, sebesar Rpb308,38 triliun atau 62,62 persen ditransfer ke daerah. Adapum perkiraan pendidikan guna Kemendikbud tahun 2019 nanti melulu Rp 35,99 triliun.

“Ini dengan kata lain bahwa tanggung jawab edukasi semakin dicurahkan ke daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota. Dengan perkiraan yang semakin besar dari masa-masa ke masa-masa dan kewenangan pun semakin diperbesar,” jelas dia.

Untuk tersebut dia meminta supaya pemerintah wilayah mempunyai komitmen yang sama guna terus berbenah pendidikan di Indonesia. Mulai dari bobot guru, sarana prasarana lembaga edukasi dan lainnya.

Selengkapnya: sekolahan.co.id