Perguruan tinggi tidak siap terima penyandang disabilitas

Perguruan tinggi tidak siap terima penyandang disabilitas

Perguruan tinggi tidak siap terima penyandang disabilitas

Perguruan tinggi tidak siap terima penyandang disabilitas
Perguruan tinggi tidak siap terima penyandang disabilitas

Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia belum siap menerima mahasiswa berkebutuhan khusus (disabilitas

). Hal ini terlihat dari ketidaksiapan infrastruktur dan tenaga dosen.

Deputi Bidang Pendidikan dan Agama Kementerian Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) Agus Sartono mengatakan, dari sisi hak penderita disabilitas berhak untuk melanjutan di PT baik swasta maupun negeri. Namun, ketidaksiapan PT dalam infrastruktur dan tim pengajar mengakibatkan sulitnya penderita disable untuk melanjutkan PT seperti anak-anak normal lainya.

“UU memang menjamin untuk setiap warga negara mendapatkan hak pendidikannya

. Namun, sulit jika contohnya penderita tuna rungu mau bersekolah

di Fakultas Ekonomi (FE) sedangkan kita belum siap,” tandasnya saat ditemui di Kantor Kemenko Kesra, Selasa (11/3/2014).

Menurut dia, yang harus dipikirkan ialah memenuhi guru-guru khusus untuk mengajarkan anak-anak disabilitas di PT dengan fakultas yang tidak beda dengan anak-anak normal lainya. Sedangkan menyediakan guru khusus untuk PT sangatlah sulit. “Pemerintah harus dapat memikirkan dan menyiapkan itu. Karena tidak mudah menyiapkan guru-guru PT karena mereka harus mendapatkan haknya,” kata dia.

Untuk itu mempersiapkan tenaga pengajar khusus untuk mengajarkan para penyandang disabilitas harus dilakukan. Mengingat minat para anak-anak disabilitas untuk melanjutkan sekolah sampai PT sangat tinggi.

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/pengertian-lembaga-agama-fungsi-tujuan-dan-macamnya/