Mengenal Tentang Budidaya Rotan

Mengenal Tentang Budidaya Rotan

Mengenal Tentang Budidaya Rotan

Mengenal Tentang Budidaya Rotan
Mengenal Tentang Budidaya Rotan

Pengadaan Biji

Pengumpulan Buah
Buah rotan masak pada umumnya memiliki warna hijau kekuningkuningan, kemerah-merahan (rotan irit), dan coklat kehitaman (rotan manau). Biji yang sudah tua berwarna coklat kehitaman dan keras. Selain itu akan banyak dijumpai sisa kulit buah di bawah pohon induk. Musim buah rotan masak pada umumnya adalah di awal musim kemarau, akan tetapi berbeda-beda untuk setiap jenis rotan dan tempat tumbuh.

Penanganan Buah
Buah yang telah dipetik dimasukkan ke dalam karung goni basah. Di lokasi pembibitan, buah kemudian direndam hingga kulit dan daging buah membusuk. Kulit dan daging buah ini kemudian dibuang. Biji/benih rotan umumnya tidak dapat disimpan lama sehingga biji yang sudah bersih sebaiknya langsung disemai di bedeng tabur atau ditanamkan pada kantong plastik yang telah diisi media tanam.

Persiapan Persemaian

 

  • Lapangan datar atau miring
  • derajat kemiringan maksimum 5 %
  • bebas dari genangan air
  • bebas dari hama penyakit
  • dekat dengan sumber air.

 

Pembuatan Bibit

Biji rotan dapat dikecambahkan dalam keranjang, disimpan ditempat yang lembab dan disiram setiap hari. Setelah kecambah berumur 1 bulan, ditanam di bedeng pembibitan dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm.
Biji rotan dikecambahkan di bedeng penaburan. Untuk biji besar (seperti rotan manau), biji ditanam dalam larikan dengan jarak 2 cm x 4 cm; sedangkan untuk biji kecil (seperti rotan sega/irit) dapat ditabur biasa. Setelah biji berkecambah, sebelum daun pertama mengembang, langsung dipindah ke kantong plastik yang telah dilubangi di bagian pinggir bawah dan medianya disiram terlebih dahulu. Kantong-kantong plastik ini kemudian diletakkan di pelataran bedeng sapih dan di bawah atap. Bibit dirawat di persemaian sampai dengan umur 8-12 bulan.

Biji rotan langsung dikecambahkan dalam kantong plastik yang telah diberi lobang di bagian pinggir bawah dan diisi media tanam yang telah disiram terlebih dahulu. Bibit dirawat di persemaian sampai dengan umur 8-12 bulan.

Penanaman

Penanaman dilakukan pada waktu pagi hari, sore hari atau saat cuaca mendung/berawan. Waktu penanaman sebaiknya pada saat curah hujan sudah cukup banyak dan merata.

Pemeliharaan

Penyiangan
Penyiangan dilakukan secara teratur, setiap 3 bulan sampai tanaman berumur 3 tahun

Penyulaman
Penyulaman dilakukan di areal penanaman yang persentase tumbuhnya di bawah minimum yang dipersyaratkan. Biasanya dilakukan di musim hujan dengan menggunakan bibit yang ada di persemaian.

Perlindungan terhadap hama dan penyakit
Beberapa jenis rotan (seperti manau, sega, dan irit) rentan terhadap serangan hama, larva kumbang, belalang, maupun ulat dan jamur.

Perlindungan terhadap kebakaran
Pembuatan jalur kuning yang dikombinasikan dengan jalur hijau, pembuatan menara api di tempat yang tinggi dan strategis, dan perlengkapan tanda bahaya seperti kentongan.

Pemanenan Rotan

Persiapan

 

  • Alat : parang atau kampak
  • Waktu : 09.00-15.00
  • Sistem pemanenan : tebang pilih yaitu rotan yang sudah  masak  tebang  saja  yang dipungut

 

Ciri Rotan Siap Panen

 

  1. daunnya  kering
  2. kulit luar  rotan  sudah  berwarna  kekuning-kuningan
  3. minimal  panjang  rotan mencapai > 17 meter
  4. kulit luar rotan sudah kering.

 

Cara Pemanenan

 

  1. Penebangan rotan dimulai dengan membersihkan duri dan pelepah daun yang menempel pada batang rotan. Pembersihan duri dan pelepah daun dilakukan  dengan  menggunakan parang (+ 2 m), agar mudah memegang  dan menarik  rotan tersebut.
  2. Menebang rotan tersebut kira-kira 1 (satu)  meter  dari pangkal batang  dan kemudian  menarik  rotan  tersebut sampai keseluruhan panjang rotan terbebas dari pohon tempatnya melilit.
  3. Pemanen membersihkan rotannya dengan menggunakan parang.

Baca Artikel Lainnya: