Masalah Bully Tanggungjawab Bersama

Masalah Bully Tanggungjawab Bersama

Masalah Bully Tanggungjawab Bersama

Masalah Bully Tanggungjawab Bersama
Masalah Bully Tanggungjawab Bersama

KAB. BANDUNG BARAT- Kasus kekerasan terhadap anak-anak terutama bullying,

yaitu penggunaan kekerasan, ancaman atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain.

Menurut Kepala Sekolah Damian, Kota Baru Parahyangan, Ika Melania, saat ini banyak sekali tindak kekerasan terhadap anak-anak, dimana mayoritas dari kasus tersebut kebanyakan pelakunya semakin muda.

“Sebagai bentuk keperdulian kami terhadap keselamatan anak

, kami Deklarasikan Anti Bully dan memberikan pemahaman tentang kekerasan terhadap anak,” ucapnya.

Ika menyatakan, selain untuk menekan kasus bully, kegiatan ini ingin menjadikan SD Damian sebagai pelopor di KBB yang mengecam adanya praktek-praktek bully kepada anak-anak.

“Mari bersamasama stop bully, karena masalah ini tidak bisa dituntaskan oleh satu pihak saja, tapi harus oleh semua, pihak sekolah, guru, orang tua, siswa dan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ika mengatakan, kasus bully tidak hanya berupa fisik saja tetapi juga dalam bentuk verbal hingga yang sekarang mengkhawatirkan adalah cyber bully yang tidak kelihatan.

“Saat ini anak-anak kita usia pra sekolah sudah menggunakan gedget,

maka cyber bully menjadi ancaman,” kata Ika, kepada wartawan di sela-sela Deklarasikan Anti Bully, di SD Damian, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jumat (18/12).

Menurut Ika, orang tua harus sadar dan dampingi anak-anaknya lebih dekat lagi agar mereka terbiasa untuk bercerita kepada orang tua dan bukan mencurahkan segala rasanya itu di media sosial yang tentunya kurang tepat untuk anak-anak.

“Bully ini bukan hanya tanggungjawab pendidikan di sekolah, tapi orang tua juga harus menyambut untuk stop bully, dan orang tua harus semakin sadar,” pungkasnya.

 

Baca Juga :