Mahasiswa Indonesia di Saudi Bertemu Saudagar Kaya Raya

Mahasiswa Indonesia di Saudi Bertemu Saudagar Kaya Raya

Mahasiswa Indonesia di Saudi Bertemu Saudagar Kaya Raya

Mahasiswa Indonesia di Saudi Bertemu Saudagar Kaya Raya
Mahasiswa Indonesia di Saudi Bertemu Saudagar Kaya Raya

Syaikh Sholih bin Furaih al-Bahlal merupakan pembimbing keilmuan dan kemahasiswaan mahasiswa asing Universitas Majmaah,

Al Majma’ah, Arab Saudi, yang sangat dekat dengan para mahasiswa di kampus. Dia tahu betul akan kebutuhan dan sesuatu yang membuat mahasiswa merasa nyaman selama jenjang pendidikan mereka.

Salah satu upaya tersebut adalah memberikan porsi hiburan untuk mahasiswa dengan mengunjungi beberapa tempat wisata atau kediaman beberapa pihak yang dikenal baik di kota Zulfi. Sabtu, (7/10) 23 mahasiswa asing di Universitas Majmaah (10 orang berasal dari Indonesia) melaksanakan rihlah tarbawiyyah atau study tour ke mazra’ah (tempat peristirahatan) salah seorang pebisnis dan saudagar kaya kota Zulfi dan pabrik sapi perah di kota tersebut yang merupakan milik saudagar kaya itu.

Abu Ahmad Nashir al-Uwaimir sang saudagar, sangat ramah, bersahabat

, dan berpengalaman khususnya di bidang bisnis. Di samping mengenal salah satu sosok besar di kota Zulfi, mahasiswa juga mengetahui sekilas perkembangan perternakan sapi perah miliknya itu.

’’Jumlah sapi di peternakan ini sekitar 3.000 ekor, 2.000 ekor diantaranya dapat memproduksi sekitar 20.000 ton susu per-harinya, yang mana produksi tersebut dijual ke beberapa perusahaan besar terkenal di Arab Saudi diantaranya perusahaan Al-Mara’i dan An-Najdiyyah” tutur Abu Ahmad.

Produk perusahaan An-Najdiyyah biasa dikonsumsi sehar-hari oleh mahasiswa di Universitas Majmaah

. ’’Mengetahui tabiat atau perihal suatu masyarakat adalah sebuah hal yang penting yang harus diketahui dan dipahami oleh mahasiswa, karena mahasiswa sepatutnya tidak hanya berdiam di kampus kemudian dia sama sekali tidak mengetahui tabiat masyarakat sekitarnya yang menyebabkan tidak berkembangnya pengalaman mahasiswa tersebut” ujar Syaikh Sholih. (*)

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/jenis-jenis-kata.html