Family Day sejak 2005 Akrabkan Anak-Orang Tua-Guru

Family Day sejak 2005 Akrabkan Anak-Orang Tua-Guru

Family Day sejak 2005 Akrabkan Anak-Orang Tua-Guru

Family Day sejak 2005 Akrabkan Anak-Orang Tua-Guru
Family Day sejak 2005 Akrabkan Anak-Orang Tua-Guru

Pendidikan anak bukan hanya tugas guru. Orang tua malah memiliki peran yang lebih besar dalam hal tersebut. Karena itu, sejumlah sekolah membuat program khusus agar siswa, sekolah, dan wali murid bersinergi.

SEJUMLAH sekolah punya cara khusus agar orang tua siswa terlibat dalam pendidikan

buah hati mereka. Khusus di TB-TK Santa Maria 2 Sidoarjo, rutin digelar family day sejak 2005. Acara khusus bagi siswa, guru, karyawan, dan wali murid tersebut berlangsung sehari penuh. Kegiatannya beragam. Mulai kompetisi, senam bersama, door prize, hingga penampilan siswa.

Kepala TB-TK Santa Maria 2 Sidoarjo Monica Ervien Diah Soebekti menyatakan, tema kegiatan disesuaikan dengan tren yang berkembang. Misalnya, saat sedang musim sepatu roda, digelarlah family day dengan tema tersebut. Acara itu seru, menyehatkan, sekaligus menambah keakraban siswa, guru, dan orang tua.

Sekolah tersebut juga pernah menggelar family day dengan kegiatan menyanyi bersama, menghias layang-layang dan pot bunga, serta menampilkan sepeda hias. Semua kegiatan itu dilombakan antarkeluarga. ”Biar bapak, ibu, dan anak jadi kompak. Bahkan, calon siswa ikut,” jelasnya. ”Acara beda-beda tersebut juga diadakan supaya orang tua tidak bosan. Biar surprise,” kata perempuan yang akrab disapa Monic itu.

Di sela-sela kompetisi tersebut, rutin diadakan pula undian door prize untuk menyemarakkan acara. Kadang, juga digelar fashion show bagi anak, guru, bahkan orang tua. ”Semuanya terlibat,” ungkap Monic.

Kemeriahan acara semakin terlihat dengan beragam bazar di seputar lokasi familyday.

Bazar tersebut diisi orang tua. ”Dengan begitu, orang tua bisa sekaligus mengenalkan dan memasarkan produk mereka,” ucapnya. Yang tidak ketinggalan dalam setiap acara family day adalah senam bersama sebelum acara dimulai sebagai pemanasan dan pemicu semangat sebelum kegiatan inti.

Melalui family day, minat dan bakat anak maupun orang tua menjadi lebih berkembang. Kepercayaan diri anak juga meningkat. Rasa kekeluargaan terjalin lebih baik. ”Bisa nambah keluarga baru,” ujar Monic. Karena sudah saling mengenal, mereka tak jarang bisa saling kerja sama dalam bisnis. ”Kan bisa jadi rekan bisnis,” tuturnya.

Orang tua juga dilibatkan dalam kepanitiaan acara. Jadi, tidak tertutup kemungkinan ide a

cara tersebut berasal langsung dari orang tua siswa. ”Dalam setiap kepanitian, orang tua selalu terlibat. Untuk tahun ini, kami akan menggelar konser dengan tema tentang Indonesia,” jelas Monic.

Keterlibatan aktif orang tua pun tampak dalam acara parenting rutin yang digelar sekolah. Biasanya setahun sekali atau sesuai dengan kebutuhan siswa dan wali murid. Saat parenting, sekolah juga melibatkan pihak luar yang kompeten. Misalnya, ketika yang menjadi bahasan pokok dalam parenting itu terkait dengan kesehatan anak dan gizi untuk tumbuh kembang anak, pihak sekolah mengundang tenaga kesehatan dari rumah sakit untuk menjelaskan materi tersebut.

”Biasanya bergantung kebutuhan dan yang jadi tren,” kata Monic. Contohnya, yang menjadi perhatian khusus saat ini adalah ketergantungan pada gadget. Banyak anak yang suka banget dengan games, bahkan hingga kecanduan. Karena itu, permasalahan tersebut bisa menjadi bahasan saat parenting.

 

Sumber :

https://harare.storeboard.com/blogs/education/material-about-building-a-beam-room/965003