Hadiri Separlu, Wiranto Tekankan Pentingnya Pemimpin Perubahan

Hadiri Separlu, Wiranto Tekankan Pentingnya Pemimpin Perubahan

Hadiri Separlu, Wiranto Tekankan Pentingnya Pemimpin Perubahan

Hadiri Separlu, Wiranto Tekankan Pentingnya Pemimpin Perubahan
Hadiri Separlu, Wiranto Tekankan Pentingnya Pemimpin Perubahan

Kehadiran pemimpin perubahan (change leader) sangat penting bagi proses kemajuan bangsa. Di tengah banyaknya pemimpin yang enggan meninggalkan zona nyaman, maka upaya untuk mendobrak tradisi lama menuju proses pembangunan untuk kemajuan yang cepat perlu terus didukung.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

(Menko Polhukam) Wiranto saat memberikan ceramah di hadapan 19 peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Luar Negeri (Sespalru) angkatan ke-60 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (23/10).

Dalam siaran pers Kemlu yang diterima di Jakarta, Kamis (25/10), Wiranto mengatakan, reformasi dan demokrasi di Indonesia telah memungkinkan terjadinya seleksi bagi kehadiran pemimpin yang dipilih langsung dan sesuai dengan aspirasi rakyat. Menko Wiranto menegaskan bahwa sistem demokrasi yang baik harus terus dikawal secara bertanggung jawab agar berkelanjutan dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Ditambahkan, salah satu isu krusial adalah proses seleksi pemimpin yang kredibel, kompeten, kapabel, dan akseptabel. Pemimpin harus memiliki integritas dan kekuatan moralitas. jadi, kita perlu terus berjuang untuk memperoleh pemimpin yang berkualitas. Untuk itu, perlu dilakukan proses edukasi politik bagi masyarakat guna menumbuhkan kesadaran berpolitik dan tidak sekadar mobilisasi.

Menko Polhukam mengingatkan para peserta Sesparlu angkatan 60 agar terus mengasah diri menjadi

pemimpin dan bukan pembesar. Pemimpin harus melayani dan menempatkan rakyat sebagai momongan, bukan kawula. Menko Polhukam juga menggarisbawahi bahwa saat ini Indonesia masih menghadapi ancaman serius, seperti terorisme, radikalisme, dan narkoba.

“Ke depan, kita perlu mawas diri dan mengantisipasi ancaman berupa keamanan siber, termasuk hoax yang dapat mengancam persatuan nasional,” kata Menko Wiranto

Pemilik 24 tanda jasa dari dalam dan luar negeri itu membagi kiat menjadi pemimpin dalam filosofi STMJ, yaitu sadar, tahu, mau dan mampu, serta jujur. Pertama, pemimpin harus sadar bahwa jabatan adalah anugerah Tuhan YME dan amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan dunia akhirat.

Kedua, pemimpin tahu apa yang harus dilakukan, mengerti pokok masalah dan paham cara mengatasinya.

Ketiga, pemimpin harus mau dan mampu melakukan aksi dan eksekusi tanpa ragu-ragu. Terakhir, pemimpin wajib jujur kepada Allah SWT, diri sendiri, dan organisasi. Intinya, pemimpin memberikan solusi, dan bukan bagian dari masalah.

Sesparlu adalah jenjang pendidikan fungsional diplomat tertinggi di Kementerian Luar Negeri. Menurut Kepala Pusdiklat Kemlu Yayan GH Mulyana, kehadiran Menko Polhukam sangat penting agar para peserta mendapatkan first-hand insight dan informasi dari tokoh nasional sekaliber Menko Polhukam.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/