Kolaborasi Jadi Modal Utama Hadapi Revolusi Industri 4.0

Kolaborasi Jadi Modal Utama Hadapi Revolusi Industri 4.0

Kolaborasi Jadi Modal Utama Hadapi Revolusi Industri 4.0

Kolaborasi Jadi Modal Utama Hadapi Revolusi Industri 4.0
Kolaborasi Jadi Modal Utama Hadapi Revolusi Industri 4.0

Pembangunan infraktruktur Information and Communications Technology (ICT)

yang diserahkan pelaku usaha mengakibatkan kurang meratanya akses informasi. Perusahan teknologi dan telekomunikasi, hanya membangun daerah yang secara finansial menguntungkan atau memperoleh return of investement (RoI) yang cepat sehingga pembangunan dilakukan di kota besar.

Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan lnformatika (Kemkominfo), Ismail, mengatakan, fakta ini mendorong pemerintah menjembatani dengan memenuhi kebutuhan finansial pelaku usaha dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses komunikasi.

“Mengingat infastruktur ICT menjadi kebutuhan yang mendasar harus dimiliki masyarakat,

perusahaan bisa membangun atas jaminan pemerintah. Pemerintah akan membangun infrasktur ICT yang belum dibangun pengusaha telekomunikasi,” kata Ismail saat membuka acara lnnoscape 2018 yang diselenggarakan oleh Universitas Prasetiya Mulya di Jakarta, Jumat (25/10).

Ismail mengatakan, diharapkan sebelum tahun 2019 seluruh wilayah kabupaten dan kota bisa mendapatkan akses internet. “Memang tidak semua menggunakan fiber optic sehingga saat ini sedang tender satelit yang nantinya bisa di-direct ke daerah yang belum terjangkau layanan telekomunikasi,” tambahnya.

Menyinggung tentang Revolusi Industri 4.0, kata Ismail, pemanfaatan dan pertumbuhan teknologi t

idak bisa dibendung dan industri mengalami penyesuaian berupa peningkatan efektivitas dan efisiensi. Agar tidak terdisrupsi, kolaborasi menjadi kata kunci untuk wujudkan inovasi.

“Inovasi dusruptif merupakan keniscayaan. Kolaborasi lintas disiplin ilmu dan lintas industri menjadi cara agar kita semua dapat menghadapi datangnya revolusi industri 4.0,” ujarnya.

Ketua Panitia Innoscape 2018, Fathony Rahman mengatakan, Innoscape 201 8 mendorong penyampaian gagasan akademisi, peneliti dan pihak lain yang tertarik dari seluruh dunia, melalui penulisa karya ilmiah yang mengusung tema “Perspektif Teknologi, Bisnis, dan Kemasyarakatan”.

“Karya yang masuk, nanti akan dibahas di Parallel Session Tracks yang meliputi inovasi digital, pangan dan kesehatan, inovasi keuangan, inovasi di sektor pariwisata, inovasi sosial, dan kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Djisman S Simandjuntak, menambahkan, dalam rangka menyongsong era disrupsi, pihaknya mendorong mahasiswa untuk mewujudkan sinergi antara sektor teknologi dan bisnis.

“Caranya, dilakukan melalui lewat konsep learning by enterprising atau konseptualisasi dan implementasi bisnis berbasis tim yang berorientasi pada lahirnya jiwa kewirausahaan,” jelasnya.

Djisman menambahkan, pihaknya berharap konsep ini dapat mendukung terciptanya keunggulan mahasiswa. “Sehingga, pada akhirnya mereka siap untuk menghadapi era disrupsi,” tandasnya.

 

Baca Juga :