Wanita yang Menolak Pinangan Rasulullah

Wanita yang Menolak Pinangan Rasulullah

Wanita itu adalah Ummu Hani r.a. Nama sebenarnya adalah Fakhitah binti Abi Thalib bin Abdul Muthalib. Ia berasal berasal dari kabilah Ouraisy berasal dari keturunan Bani Hasyim. Ummu Hani r.a adalah saudara kandung Ali bin Abi Thalib r.a.

Sebelum Rasulullah saw terima wahyu, beliau dulu meminang Ummu Hani lewat pamannya, Abu Thalib, yang juga ayah Ummu Hani. Sayangnya, sang ayah telah mengikat perjanjian dengan Habirah bin Abi Wahab yang telah meminang putrinya khususnya dahulu dan Ummu Hani pun terima pinangan Habirah.

Ketika Islam jadi berkembang, Ummu Hani jadi pemeluk Islam. Namun, suaminya selamanya bertahan dengan kekafirannya. Mereka pun berpisah dan Ummu Hani r.a hidup menjanda dengan anak-anaknya.
Kemudian Rasulullah saw meminang lagi Ummu Hani untuk kedua kalinya.

Namun, dengan halus Ummu Hani berkata, “Ya Rasulullah, sungguh engkau lebih saya cintai daripada pendengaran dan penglihatanku sendiri. Namun, hak suami sangatlah besar, hingga saya jadi kuatir jikalau melayani suami, sesudah itu anak-anakku terlantar. Dan kalau saya mengurusi anak-anak, saya cemas hak-hak suamiku tidak sanggup kupenuhi.”

Mendengar jawaban tersebut, Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik wanita yang menunggang unta adalah wanita Quraisy, yang benar-benar penyayang pada anak-anaknya yang masih kecil dan benar-benar hati-hati dalam melindungi hak-hak suami ketika ia jadi seorang istri.” (HR Ibnul Atsir)

Siapa yang sanggup menampik pinangan Rasulullah saw, sosok mulia dan bertanggung jawab idaman para wanita salehah. Namun, Ummu Hani menghimpit perasaannya sebatas sebab tidak idamkan lalai dalam mengurus suami dan anak-anaknya yang masih kecil.

Dan ia punyai kasih sayang yang luar biasa besar kepada anak-anaknya supaya menampik untuk bersuami kembali. Subhanallah, Ummu Hani adalah misal seorang ibu yang bertanggung jawab dalam membesarkan anak-anaknya demi kebaikan jaman depan mereka.

Baca Juga :