Momentum

Momentum

Table of Contents

Momentum

Momentum
Momentum

Momentum dirumuskan sebagai hasil dari perkalian antara massa dan juga kecepatan. Momentum (p) dalam ilmu fisika diartikan sebagai besaran yang dihasilkan dari perkalian antara besaran skalar massa benda (m) dengan besaran vektor kecepatan geraknya (v). Jadi momentum termasuk besaran vektor (besaran yang dipengaruhi oleh arah). Arah momentum searah dengan arah kecepatan.

Dalam kehidupan sehari-hari rumus ini seperti perbandingan antara sepeda motor dengan mobil truk. Walaupun keduanya memiliki kecepatan yang sama, taruhlah 60 Km/jam, akan tetapi ketika kita menghentikan sepeda motor dan mobil truk tersebut manakah yang mudah untuk dihentikan geraknya?. Tentu jawabannya adalah sepeda motor dibandingkan dengan mobil truk.

Apa yang menyebabkan hal ini?. Ini disebabkan momentum mobil truk lebih besar dengan momentum sepeda motor. Makin besar massa dan kecepatan benda maka momentumnya juga semakin besar. Dari ilustrasi diatas, walaupun kecepatan kedua jenis kendaraan itu sama tetapi massa kedua jenis kendaraan itu berbeda. Massa dari mobil truk lebih besar daripada sepeda motor, sehingga momentum mobil truk lebih besar dibandingkan sepeda motor.

Tahukah anda bahwa momentum merupakan salah satu bukti bahwa ternyata Fisika memang refleksi dari kehidupan?. Dalam kehidupan nyata, momentum bisa dianalogikan sebagai perubahan atau kesuksesan. Sedangkan massa dan kecepatan, keduanya bisa dianalogikan sebagai impian/cita-cita dan usaha.

Karena momentum merupakan hasil perkalian antara massa dan kecepatan (p = m x v), maka momentum akan bernilai nol ketika massa, kecepatan, atau kedua-duanya bernilai nol. Artinya, tanpa usaha, impian tidak akan pernah menjadi nyata, begitupun sebaliknya tanpa impian, usaha pun tidak akan mendapatkan hasilnya karena usaha sendiri merupakan wujud nyata dari impian/cita-cita. Jika salah satu komponen nol, hasilnya akan nol.

Kalau kita sudah tahu bahwa massa = cita-cita, dan kecepatan = usaha, dapat kita simpulkan momentum atau dalam konteks ini kita analogikan sebagai Kesuksesan akan bernilai maksimal jika massa (cita-cita) dan kecepatan (usaha) dalam keadaan maksimal. Seperti contoh mobil truk dan sepeda motor yang melaju. Anda akan lebih sulit dihentikan dari pencapaian menuju kesuksesan apabila memiliki impian/cita-cita yang lebih besar dibandingkan orang lain yang sama-sama berusaha.

Namun satu hal yang perlu anda ingat, suatu benda bermassa memiliki batas kecepatan maksimum yang jika benda tersebut melaju dengan kecepatan yang melampaui batas kecepatan maksimum yang dibolehkan, benda tersebut akan hancur. Artinya seberapapun besarnya impian/cita-cita kita, kita tetap memiliki keterbatasan yang harus kita sadari. Jangan sampai cita-cita dan keinginan kita malah membunuh karakter dan diri kita sendiri sehingga akhirnya kita menghalalkan segala cara untuk mewujudkannya.

Selain itu, dalam teori momentum juga dikenal istilah elastivitas yang biasa digunakan jika benda tersebut bertumbukan yang biasanya menjadikan benda tersebut memantul sejauh jarak tertentu dan tidak selalu sejauh jarak awalnya. Dalam kehidupan nyata, elastivitas dapat kita analogikan sebagai takdir atau ketetapan Tuhan. Artinya, meskipun kita sudah memiliki cita-cita dan kita pun sudah berusaha secara maksimal, belum tentu juga hasil yang kita dapatkan akan maksimal.

Oleh karena itu, disinilah letak pentingnya menata hati agar bisa punya niat yang tulus, bisa senantiasa teguh berikhtiar secara istiqomah, dan bisa ikhlas atas semua hasil yang telah Allah berikan sebagai apresiasi atas usaha yang telah kita lakukan. Ingat, tugas kita hanyalah sebatas bercita-cita, berusaha, dan berdo’a. Untuk urusan hasil, pasrahkan dan serahkan semuanya pada yang Maha Kuasa. Satu hal lagi yang perlu anda ingat, Rahmat Allah tidaklah terbatas. Jika anda mau berusaha dan berdo’a, bukan tidak mungkin nilai elastivitas yang Allah berikan akan membuat usaha anda mendapatkan hasil yang jauh lebih banyak dari yang anda harapkan dan usahakan

Sumber : https://downloadapk.co.id/