12 ABK Bersaing di SBM PTN, Prodi Kedokteran Paling Diminati

12 ABK Bersaing di SBM PTN, Prodi Kedokteran Paling Diminati

12 ABK Bersaing di SBM PTN, Prodi Kedokteran Paling Diminati

12 ABK Bersaing di SBM PTN, Prodi Kedokteran Paling Diminati
12 ABK Bersaing di SBM PTN, Prodi Kedokteran Paling Diminati

BANDUNG – Sebanyak 12 orang berkebutuhan khusus bersaing ketat dengan 46.044 pendaftar SBM PTN 2016

se-Jawa Barat. Mereka berjuang untuk bisa masuk kouta untuk lima perguruan tinggi untuk panlok 34 Bandung yang tercatat hanya 8.096 kursi.

Ketua Panlok 34 Bandung Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBM PTN) 2016 Arry Bainus mengatakan, membenarkan ada sekitar 12 anak berkebutuhan khusus yang mendaftar. Paling banyak anak berkebutuhan khusus mendaftar pada keilmuan sosial dan hukum.

”Kondisi mereka tidak mengurangi bersaing dengan sebaya mereka yang normal,” kata Arry, di ITB, kemarin (31/5).

Dia mengatakan, jalannya ujian dimulai pada pukul 07.30. Namun, khusus untuk ujian Computer Based Test

(CBT) lebih cepat setengah jam, yaitu pukul 07.00. ”Kami juga berusaha melakukan pengawasan kepada peserta yang sedang sakit,” ujarnya.

”Karena peserta yang sakit tidak boleh melaksanakan ujian mandiri di rumah sakit, jadi kami penyediakan ambulan dan tetap dalam pengawasan panitia,” tambahnya.

Sekretaris Eksekutif 1 Panlok 34 Bandung Asep Gana Sugandi mengatakan, sampai H-1 menjelang ujian masih banyak peserta yang masih kebingungan mencari alamat. ”Rata-rata peserta tidak membaca dengan benar lokasi ujian dengan benar,” ungkapnya.

Ditanya mengenai soal perjokian, pihaknya akan menindak tegas semua pihak yang terlibat.

Baik itu yang memberikan kunci jawaban atau yang menerima kunci jawaban. Bahkan, pihaknya akan mencoret jika terdapat siswa yang terlibat perjokian.

Bahkan, sebelum dinyatakan lulus pun akan akan dicoret dari daftar kepesertaan SBMPTN. Dia menyatakan masalah perjokian sudah mencederai pendidikan. Untuk mengantipisasi hal itu, pihak panitia tidak memperkenankan para peserta menggunakan ponsel dan arloji.

”Semua ponsel dan arloji disimpan di depan dan dimasukan ke dalam tas masing-masing. Pengawas juga akan memeriksa apabila ada yang mencurigakan pada para peserta,” jelasnya.

Sementara itu, pelaksanaan SBM PTN kali ini sebanyak 30.299 orang mulai dari pilihan pertama hingga pilihan tiga ke Unpad. Di mana pendaftar tertinggi ada pada prodi kedokteran yaitu sekitar 5.932 orang. Selanjutnya pada prodi farmasi sekitar 3.439 orang, lalu Ilmu Komunikasi 3.157 orang dan ilmu keperawatan sekitar 3.045 orang pendaftar.

 

Baca Juga :