Banyuwangi Dorong Pekerja Non Formal Tercover BPJS Ketenagakerjaan

Banyuwangi Dorong Pekerja Non Formal Tercover BPJS Ketenagakerjaan

Banyuwangi Dorong Pekerja Non Formal Tercover BPJS Ketenagakerjaan

Banyuwangi Dorong Pekerja Non Formal Tercover BPJS Ketenagakerjaan
Banyuwangi Dorong Pekerja Non Formal Tercover BPJS Ketenagakerjaan

Perlindungan asuransi ketenagakerjaan penting untuk dimiliki tidak hanya oleh pekerja formal

tapi juga bagi mereka yang bekerja di sektor informal. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendukung upaya agar pekerja non formal mendapatkan perlindungan asuransi lewat BPJS Ketenagakerjaan.

“Pekerja di sektor informal jumlahnya sangat banyak, mereka juga memiliki resiko pekerjaan yang sama dengan pekerja formal bahkan mungkin faktor resikonya lebih tinggi seperti kecelakaan hingga kematian. Maka mereka butuh perlindungan untuk menjamin biaya pengobatan dan lainnya,” kata Bupati Anas saat bertemu dengan Deputi Direktur Bidang Learning BPJS Ketenagakerjaan Abdur Rahman Irsyadi, di Kantor Pemkab Banyuwangi, Rabu (20/2/2019).
Baca Juga:

BPJS Kesehatan Surabaya Bayar Klaim Rp 379 Miliar
BPJS Menunggak, Pasien Dilayani Pakai Dana Talangan
BPJS Kesehatan Bayar Klaim Rumah Sakit Rp 11 Triliun
Puluhan Ribu Keanggotaan Dinonaktifkan, BPJS Minta Masyarakat Cek Data Secara Mandiri
Ketua MPR: Iuran BPJS Kesehatan Kelas III Diminta Tidak Naik

Pemkab Banyuwangi, kata Anas, selama ini terus mendorong agar para pekerja non formal bisa tercover

oleh perlindungan asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Baik pekerja di sektor pertanian, pariwisata, perdagangan dan nelayan. Di lingkup Pemkab sendiri, pegawai non ASN seperti tenaga harian lepas (THL) teknis dan THL Kebersihan telah tercover oleh BPJS Kesehatan.

“Untuk menjangkau sasaran yang luas sosialisasi memang sangat perlu untuk terus dilakukan, karena masih banyak pekerja non formal yang belum mengetahui manfaat dari asuransi ini. Pemkab akan ikut terus mendukung upaya ini” ujarnya.

Sementara itu Deputi Direktur Bidang Learning Abdurrahman Irsyadi mengatakan

, saat ini partisipasi pekerja sektor informal pada asuransi ketenagakerjaan masih terbatas. Padahal asuransi ini memiliki iuran yang sangat terjangkau yakni sebesar RP. 16.800 perbulan, dengan manfaat yang banyak.

 

Sumber :

https://www.ram.co.id/