Dear Muslim berbaju Kotak-kotak

Dear Muslim berbaju Kotak-kotak

Dear Muslim berbaju Kotak-kotak

Dear Muslim berbaju Kotak-kotak
Dear Muslim berbaju Kotak-kotak

Dear Muslim berbaju Kotak-kotak,
Kalian adalah saudara kami, saudara seiman dan seaqidah, kami wajib mengingatkan…sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian. Bukankah muslim itu bagaikan satu badan ???

Dear Muslim berbaju Kotak-kotak,
Dalam Al-Qur’an ada belasan ayat tentang larangan bagi seorang muslim memilih pemimpin dari kalangan non muslim, terserah mau kalian artikan kata awliya itu sebagai pemimpin atau teman dekat, namun jumhur ulama sepakat, awliya adalah seseorang yang mengurusi hajat hidup orang banyak…jadi tidak mungkin mayoritas orang beriman menyerahkan hajat hidupnya kepada yang tidak seiman.

Dear Muslim berbaju Kotak-kotak, baiklah, jika kalian tidak bisa diyakinkan melalui firman Tuhan, mari kita lihat jagoan anda yang kalian bela mati-matian. Apakah dia profesional, kapabel ? Mungkin saja demikian ( menurut kalian )…tapi apakah dia bersih, jujur, bebas korupsi?  Silahkan saja, apakah anda lebih percaya mulutnya ataukah BPK negeri ini yang kredibilitasnya diakui dunia ? Belum lagi masalah reklamasi, penggusuran paksa disana-sini…

Dear Muslim berbaju Kotak-kotak, satu hal yang bisa saya dan jutaan orang pastikan adalah… jagoan anda itu tidak bisa mengendalikan mulutnya. Jangankan rakyat miskin di pinggiran kota, ulama besar saja dia rendahkan, percakapan mantan presiden pun bisa dia dapatkan, terlebih Al-Qur’an dia nistakan, jutaan muslim peserta aksi disebut orang bayaran, dan sekarang dia dan kroni pun ikut menuduh Tuhan.

Dear Muslim berbaju Kotak-kotak, jagoan anda itu kelewat arogan, mungkin jika dia santun, resistensi tak akan sebesar ini. Jika jutaan muslim negeri ini begitu membencinya, pasti dia memang bukan orang yang “beres”. Dengan begitu banyak noda hitam, masihkah kalian membelanya mati-matian?

Dear Muslim berbaju Kotak-kotak, kalian pasti tau ayat “Watawashaubil haqqi wa tawa shaubissobr”, ya…itulah tugas saudara seiman, menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, jika anda terima Alhamdulillah, jika anda abaikan maka urusan kami selesai, tinggallah anda berurusan dengan Tuhan.

Dear Muslim berbaju Kotak-kotak, Rasul mulia pernah bersabda, Fa Innaka ma’a man ahbabta, Maka sesungguhnya seorang bersama orang yang dicintainya (di akhirat). Setelah berharap bersama Rasulullah, para sahabat dan ulama shalafussolih, kamipun berharap di akhirat kelak bersama ulama-ulama hanif negeri ini yang kami bela dan kami cintai. Buat kalian, apakah sudah siap bersama jagoan kalian di akhirat kelak ???

Dear Muslim berbaju Kotak-kotak, sekian surat cinta dari saya…Mohon maaf, kalian tak perlu mendebat saya jika tidak berkenan, seperti kata Aa Gym, saya tidak ingin berdebat dengan Anda yang mendukung mereka, apalagi jika anda orang Islam. Bagaimana saya bisa meyakinkan Anda, sedangkan Firman Allah NJ saja anda tidak yakini dan Anda abaikan.

Sumber : https://balikpapanstore.id/