Kominfo Cabut Frekuensi, Bolt dan First Media Gulung Tikar

Kominfo Cabut Frekuensi, Bolt dan First Media Gulung Tikar

Kominfo Cabut Frekuensi, Bolt dan First Media Gulung Tikar

Kominfo Cabut Frekuensi, Bolt dan First Media Gulung Tikar
Kominfo Cabut Frekuensi, Bolt dan First Media Gulung Tikar

Akhirnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika

(Kominfo) memberikan keputusan tentang PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Internux Tbk (Bolt) dan PT Jasnita Telekomindo. Mulai hari ini, Jumat (28/12/2018) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI) resmi mengakhiri frekuensi ketiga perusahaan tersebut.

Seperti yang kita ketahui, Kominfo sudah memberikan batas waktu pembayaran tunggakan hutang Bolt dan First Media pada 17 November 2018. Hingga saat ini Bolt dan First Media masih memiliki tunggakan hutang.

“Keputusan Kominfo ini murni karena First Media dan Bolt tidak

bisa memenuhi kewajiban administrasi. Bolt dan First Media sudah tidak bisa menggunakan frekuensi tersebut. Pencabutan frekuensi ini tidak menghilangkan kewajiban hutang yang harus dibayar Bolt dan First Media,” ujar Ismail, Dirjen SDPPI Kemkominfo kepada Selular.ID di kantor Kominfo, Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Disampaikan Ismail, Bolt dan First Media harus segera membayarkan kewajiban dan pengembalian hak pelanggan.

“Sejak November 2018 lalu, Kominfo melarang First Media dan Bolt

menambah pelanggan baru. Ini ditujukan untuk menimalisir kerugian pelanggan. Tercatat ribuan pengguna Bolt dan First Media yang masih memiliki kuota data,” jelas Ismail.

Ismail dan pihaknya masih terus mengkaji mengenai frekuensi yang telah dicabut dari ketiga provider tersebut.

 

Baca Juga :