5 TIPS AMPUH UNTUK MENYAPIH ANAK BUAT IBU YANG NGGAK TEGAAN

5 TIPS AMPUH UNTUK MENYAPIH ANAK BUAT IBU YANG NGGAK TEGAAN

Menyapih anak itu susah-susah gampang. Dibilang gampang kok susah, dibilang ada masalah kok gampang. Btw, ini kata-kata pembuka apa sih kok diulang-ulang begini?

Tahapan yang wajib dilewati oleh semua orang tua (terutama ibu) adalah menyapih anak yang telah berusia lebih berasal dari 2 tahun. Secara sekilas menyapih anak merupakan kegiatan yang gampang. Padahal mah, ya nggak segampang itu. Beberapa orang tua mungkin ngaku gampang saja, namun orang tua lain ngaku sulit.

Apalagi kalau si anak telah nyaris masuk usia ke-3. Wah, bagi orang tua yang tetap belum sukses menyapih anaknya, kondisi kayak begini malah sanggup jadi bahan pembicaraan tetangga. Lha gimana? Tiap malam terdengar suara tangisan yang mengganggu lingkungan sekitar.

Oleh gara-gara itu, wajib cara-cara khusus supaya si anak sudi melepaskan nenen ibunya. Tidak gampang memang, tetapi bukan artinya tidak mungkin. Yang jelas, satu anak bersama dengan anak yang lain membutuhkan langkah yang beda-beda. Tidak elok kalau dibandingkan-bandingkan. Apalagi hingga bilang, “Idih, mengfungsikan langkah gini lho, Jeng. Kamu sih, nggak sudi mengfungsikan langkah begini bla-bla-bla.”

Ada anak yang langsung berhenti begitu disapih cuma modal dikasih tahu, ada terhitung anak yang nggak paham lalu menangis tiap malam. Bikin nangisnya kuenceng hingga pita suara sudi pecah. Situasi yang sanggup dimaklumi membuat si orang tua jadi nggak tega.

Untuk ini, kamu wajib paham sebagian tips yang sanggup kamu mengfungsikan untuk menyapih anak terlebih membuat orang tua yang nggak tegaan.

Ajak berkata baik-baik
Baiklah. Anakmu mungkin belum begitu lancar bicara. Kata-kata yang keluar pun baru seputar “buk” atau “mimik” (yaiyalah, jaman ada anak 2 tahun bilang “Pilih Prabowo ya, Bu?”) tetapi ada baiknya bagian awal menyapih anak adalah mengajak bicara. Usia 2 tahun lebih merupakan usia di mana anak telah paham bersama dengan penjelasan-penjelasan sederhana.

Beri penjelasan kalau usianya yang saat ini telah amat besar untuk nenen ibunya. Apa tidak malu kalau telah segede itu kok tetap sudi nenen mirip ibunya terus?

Barangkali kamu pikir anakmu nggak peduli atau apalagi menangis kala paham tengah berada pada bagian disapih, tetapi jangan khawatir, si anak selalu paham kok. Ia mengerti. Meski bersikeras menolak, di didalam bayangannya ia paham. Paling tidak si anak telah paham kalau dirinya nggak segampang dulu lagi kalau minta nenen ibunya.

Pada bagian ini, ada sih anak-anak yang langsung sudi berhenti. Paham bahwa dirinya telah gede, jadi bakal sungkan berharap nenen ibunya. Di segi lain ada terhitung anak yang selalu nggak sudi mengerti. Berontak, nangis, ngamuk jadi super saiya kala merasa idamkan nenen.

Kunci utama adalah orang tua wajib sudi terus-menerus bicarakan soal menyapih anak ini tiap hari. Jangan hingga luput. Tiap selagi wajib diingatkan. Perkara si anak selalu minta nenen dan dikasih, ya tidak apa-apa. Tapi selalu diwanti-wanti, “Udah gede lho. Masa sudi nenen terus. Hayo?”

Hal ini penting supaya si anak secara psikolgis merasa merasa sungkan untuk minta ke depannya. Meski pasti langkah ini bakal terjadi lumayan lama dan menuntut kesabaran orang tua.

Perah ASI ibu untuk diminum mengfungsikan gelas biasa
Kadang-kadang ada terhitung anak yang tidak begitu puas bersama dengan susu formula. Mau seenak atau semahal apa-pun susu yang dibeli, selalu tidak bakal sanggup menukar aroma dan rasa ASI. Oleh gara-gara itu, mungkin kamu wajib mencoba untuk memerah ASI, lalu di sediakan didalam gelas biasa.

Hal ini sanggup kamu jalankan pada malam hari sebelum akan tidur. Periode kala anak biasanya merasa rewel minta nenen ibunya. Perah ASI-mu lalu berikannya sebanyak yang anak mau.

Beri hadiah kalau si anak sukses tidur tanpa wajib nenen ibunya
Tahap paling susah didalam menyapih anak adalah kala malam hari. Ketika si anak telah merasa mengantuk, tetapi selalu idamkan nenen ibunya supaya sanggup tidur. Kadang ada hari di mana kamu berhasil, kadang ada terhitung hari yang kamu gagal gara-gara si anak nangis berjam-jam tanpa henti.

Agar si anak merasa dihargai, kasih hadiah-hadiah privat kalau anakmu sanggup tidur tanpa wajib nenen. Misalnya bersama dengan membelikannya cokelat atau mainan baru. Lalu selagi beri tambahan hadiah itu, kamu kasih tahu, kalau ia berhak beroleh hadiah itu gara-gara telah besar. Dan anak yang telah besar biasanya nggak nenen ibunya kala sudi tidur.

Jangan paksakan kalau anak amat belum mau
Hal yang kerap dinasihatkan kala menyapih anak adalah wajib punyai perasaan tega. Beberapa langkah klasik sanggup dilakukan. Seperti memberi brotowali atau memberi minyak kayu putih pada puting ibunya. Sebenarnya langkah ini tak lumayan baik untuk tumbuh kembang anak. Karena malah terkesan “menyakiti” si anak.

Apalagi kalau si anak selalu ngeyel dan tidak sudi tidur kalau belum nenen. Sampai teriak-teriak misalnya. Ada baiknya untuk anak seperti ini, langkah lembut yang dipilih. Ya secara sederhana, kalau langkah kasar diladeni bersama dengan langkah kasar, takutnya si anak malah belajar suatu hal yang kasar-kasar pula.

Tak mengapa mengfungsikan botol dot
Beberapa orang mungkin mewanti-wanti kala menyapih anak sebaiknya jangan dialihkan ke botol dot. Takutnya, kala sanggup selesai pada bagian menyapih anak, si orang tua wajib menyapih anak lagi berasal dari botol dot.

Padahal, langkah melepaskan botol dot bersama dengan menyapih anak berasal dari nenen ibunya dua perihal yang berbeda. Cara-caranya pun paham berbeda. Sebab, menyapih anak berasal dari botol dot ditunaikan kala anak telah merasa gede, telah sanggup diajak diskusi kecil, nggak seperti anak yang disapih berasal dari nenen ibunya.

Sumber : https://penjaskes.co.id/

Baca Juga :