Bengkulu

Bengkulu

Table of Contents

Bengkulu

Bengkulu
Bengkulu

Pada tahun 1993 Provinsi Bengkulu memiliki jumlah penduduk miskin sekitar 13,11 persen atau sekitar 173.100 jiwa. Angka ini di bawah pencapaian angka nasional yang sebesar 13,67 persen. Namun pada tahun 2000 jumlah penduduk miskin di provinsi ini bertambah menjadi 17,72 persen atau sekitar 372.400 jiwa, dan semakin menunjukkan persentase yang semakin esar pada tahun 2006 yang lalu, yakni sebanyak 20,90 persen.

Dengan capaian angka-angka target pengurangan penduduk miskin yang demikian maka dapat diartikan bahwa tidak ada upaya yang cukup dari pemerintah daerah provinsi Bengkulu dalam mengurangi penduduk miskin. Dalam kurun waktu antara tahun 1993 hingg tahun 2000, walaupun menunjukkan persentase yang membesar tapai capaiannya masih di bawah angka nasional saat itu, yakni 13,11 persen pada tahun 1993 dan 17,72 persen pada tahun 2000. Yang agak memprihatinkan adalah capaian tahun 2006 yang menempatkan provinsi ini berada di atas capaian nasional dengan persentase sebesar 16,58.

Target pengurangan angka kematian anak (AKB dan AKBA) yang dicapai pemerintah daerah provinsi Bengkulu sudah menunjukkan perkembangan ang cukup berarti, khususnya tingkat kematian bayi, yang pada tahun 2003 mencapai 53 jiwa per 1000 kelahiran, di mana kemudian pada tahun 2005 mengalami penurunan yang drastis yakni menjadi 10 jiwa KAB per 1000 kelahiran hidup. Begitupun untuk target indikator AKBA, walau masih berada di bawah capaian nasional, pemerintah daerah provinsi Bengkulu berhasil menurunkan AKBA dari 68 jiwa AKBA per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2003 menjadi 45 jiwa AKBA per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2006.

Target peningkatan akses terhadap air minum aman dan sanitasi layak masih memprihatinkan sebagaimana ditunjukkan data berikut. Untuk akses terhadap air minum, rumah tangga pengguna air minum non perpipaan terlindungi pada tahun 2006 mencapai 36,5 persen. Sebuah pencapaian yang relatif konstan bila melihat data tahun 2000 yang merujuk pada angka sebesar 36,3 persen. Perbedaan yang cukup bermakna baru terjadi bila membandingkan antara data tahun 2006 maupun tahun 2000, dengan data tahun 1994 yang berada pada besaran 24,4 persen. Artinya terjadi perbaikan dengan besaran kurang lebih sebanyak 12 persen dalam kurun waktu 12 tahun.

Jumlah penderita HIV/AIDS di wilayah provinsi Bengkulu tergolong rendah dengan jumlah sebanyak 5 penderita (ODHA) pada tahun 2005. Tetapi, untuk penyakit Malaria ternyata wilayah provinsi Bengkulu termasuk wilayah yang tergolong endemik Malaria dengan jumlah kasus yang cukup besar, yakni sebanyak 56.910 kejadian di tahun 2005. Dengan jumlah kasus sebanyak itu, telah menempatkan provinsi Bengkulu berada pada urutan keempat sebagai provinsi yang paling buruk dalam hal penanggulangan penyakit Malaria. Tingginya kejadian malaria di wilayah ini kemungkinan besar terkait dengan letak geografis Provinsi ini yang sebagian besarnya merupakan daratan yang membujur mengikuti garis pantai bagian barat Sumatera. Selain itu, perilaku hidup sehat masyarakat agar memperhatikan lingkungan yang bersih belum membudaya. Kawasan pantai selama ini dikenal sebagai kawasan potensial terjangkiti penyakit malaria.

Baca Juga :