Senja Terindah di Candi Ratu Boko

Senja Terindah di Candi Ratu Boko

Senja Terindah di Candi Ratu Boko

Senja Terindah di Candi Ratu Boko
Senja Terindah di Candi Ratu Boko

Rasanya sayang sekali kalau sudah sampai di Jogjakarta tapi belum mampir ke Candi Ratu Boko. Hanya 3 km dari pertigaan ke Perambanan. Candi Ratu Boko yang juga dikenal dengan nama Istana Ratu Boko ini menawarkan sesuatu yang berbeda dari candi-candi yang lain.

Kesan pertama yang kurasa adalah rasa damai, Candi Ratu Boko terletak diatas

sebuah bukit yang sepi. Rasa takjub itu tak habis habisnya kurasakan. pemandangan ribut riuh kota Jogjakarta dan Candi Prambanan berlatar Gunung Merapi dapat kunikmati dari puncak bukit kecil itu. Tentunya dengan angin semilir bukit yang semakin menambah kenikmatan alam.

Nama Kraton Boko berasal dari kata Kraton dan Ratu Boko. Kraton berasal dari kata Ka-da-tu-an yang berarti tempat raja. Ratu Boko berasal dari Ratu yang berarti Raja dan Boko adalah nama seekor burung.

Gapura

Tiba di lokasi candi ini maka bangunan candi pertama yang tampak adalah pintu gerbangnya. Bangunan kelompok pertama ini terdiri atas 3 pintu gerbang yang saling berdekatan, membujur dari utara ke selatan. Pintu gerbang yang di tengah adalah yang terbesar dan merupakan pintu gerbang utama yang diapit oleh dua pintu gerbang lainnya yang disebut gerbang pengapit. Kemudian menyusuri pintu gerbang pertama, anda akan menemui pintu gerbang kedua. tak jauh dari situ anda akan menemukan candi pembakaran. ditempat itu biasanya jenasah dibakar. didekatnya juga ada kolam.

Jika dilihat dari segi bangunan candinya, candi ini berbeda dengan candi borobudur juga candi Prambanan. Candi ini lebih merepresentasikan tempat tinggal tidak juga banyak tertinggal tumpukan batu yang tinggi seperti di candi-candi yang lain. Tetapi tetap menurutku candi ini adalah candi yang memberikan kesan spesial, kesan romantis mistis agraris.

candi

Sore itu aku duduk di undak undak candi pembakaran. tempat yang cukup tinggi untuk menikmati pemandangan matahari tenggelam. Hanya suara angin yang terdengar, ditemani kegagahan dan kesunyian gapura-gapura Ratu Boko. Matahari menantang, aku menikmati sinarnya. Gunung Merapi mejadi latar yang indah sore itu, dikerudungi oleh asap dan awan yang tebal. Candi Prambanan tampak dari kejauhan, cantik berdiri. Aku bersyukur atas berkah ini, menikmati indahnya alam Ratu Boko. Senja itu semakin lengkap dengan segelas kopi dan tentunya lagu almarhum Chrisye… “kala surya tenggelam”…

Baca Juga :