5 Kekurangan Bekerja dari Rumah Secara Full Time

5 Kekurangan Bekerja dari Rumah Secara Full Time

5 Kekurangan Bekerja dari Rumah Secara Full Time

5 Kekurangan Bekerja dari Rumah Secara Full Time
5 Kekurangan Bekerja dari Rumah Secara Full Time

NGONOO.com – Bekerja dari rumah sudah menjadi trend tersendiri di era teknologi sekarang ini. Bahkan, banyak perusahaan yang membutuhkan karyawan yang ga perlu ke kantor seperti pada umumnya. Kecanggihan teknologi memungkinkan rapat dilakukan secara online, file sharing dengan mudah, dan koordinasi antar tim yang juga secara real time melalui internet.

Begitu juga, semakin banyak lahan pekerjaan yang memungkinkan para pekerjanya tak perlu keluar rumah untuk menyelesaikan semua tugasnya. Misalnya saja, seorang designer, freelance writer, penjual online, web developer, dan banyak lagi lainnya.

Terlepas dari kemacetan kota yang membuat sesak didada seperti melihat calon pacar jalan sama orang lain, adalah hal enak enak yang bisa didapatkan para pekerja dari rumah. Waktu yang fleksibel seolah seperti pengangguran banyak duit juga menjadi keuntungan lain yang tak kalah menggiurkan. Tetapi dibalik keuntungan-keuntungan itu, ada juga beberapa kerugian yang bisa dialami oleh para pekerja dari rumah jika dilakukan secara full time dalam waktu yang cukup lama.

1. Manajemen waktu

Karena kebebasan waktu bekerja, terkadang justru membuat para pekerja dari rumah menjadi sulit mengatur waktunya sendiri. Pekerjaan yang di kantor bisa diselesaikan dalam waktu 1-2 jam, bisa memakan waktu lebih cepat, dan bisa memakan waktu jauh lebih lama jika dikerjakan dari rumah.

Karena tidak ada waktu khusus untuk bekerja, ada saja orang rumah yang menganggap semua waktu kita adalah free, alias bisa diganggu tanpa syarat dan ketentuan berlaku. Untuk manajemen waktu, NGONOO pernah kasih tips untuk menggandakan produktivitas kamu. Jadi meskipun bekerja dari rumah, tetap ada waktu untuk bekerja dan ada waktu untuk yang lain-lain.

2. Kebiasaan buruk

Ngopi terus

Ngopi terus

Gambar Kopi Via Giphy

Contoh kebiasaan buruk yang bisa dialami oleh dan dijalankan oleh para pekerja dari rumah adalah konsumi makanan. Bisa tidak makan tujuh hari tujuh malam, atau bahkan bisa ngemil terus setiap saat. Selain itu, bagi perokok dan penikmat kopi, bekerja tanpa kedua hal itu rasanya sangat sulit dilakukan. Apalagi di rumah sendiri, keduanya adalah pendukung wajib yang ada di meja kerja biar gak panik.

3. Sosialisasi

Saat kita bekerja di lapangan, di kantor, kita akan bertemu dengan banyak orang yang berbeda. Sosialisasi muncul dari hubungan dengan orang-orang tersebut, yang di setiap harinya bisa saja ada keadaan dan cerita berbeda. Lain halnya dengan bekerja dari rumah, bertegur sapa dan komunikasi kebanyakan hanya dilakukan melalui teknologi. Chatting, SMS, video call, dan lainnya.

Bisa saja kita mengikuti sebuah komunitas online yang terasa menyenangkan, tetapi sosialisasi di dunia nyata jelas sangat berbeda. Di dunia nyata kita bisa melihat orang tersenyum, sedih, pusing, dan ngenes mungkin karena jomblo. Sebagian besar jika tidak ditangani lebih lanjut, bisa menimbulkan autisme tingkat tinggi.

4. Keberanian

Tidak semua memang, tetapi akibat dari lamanya tidak bersosialisasi bisa membuat mental berani sedikit menurun

untuk berhadapan dengan dunia nyata. Misalnya saja, kita terbiasa melakukan segala sesuatu secara online. Menawar barang online, tanya kabar online, curhat online, sampai berantem ikut-ikutan online. Respon kita menjadi lambat terhadap hal-hal yang dilakukan secara nyata, karena biasanya di dunia online kita tidak berhadapan langsung dengan masalah atau kejadian. Kalau sudah akut, ada beberapa orang yang sampai sulit berbicara dengan orang lain di dunia nyata, padahal saat berada di dunia maya begitu vokal dan banyak bicara.

Tak usah jauh-jauh dengan berantem, tapi hal kecil seperti misalnya menanyakan jalan. Meski sudah ada Google Maps, Nokia Drive, Here, dan Apple Maps yang siap membantu, tapi kadang-kadang kita butuh bertanya dengan orang bukan? Keberanian hal sepele semacam ini juga bisa menghilang jika kita terlalu lama tidak bersosialisasi dan mengurung diri dalam dunia yang kita ciptakan sendiri.

5. Status Jomblo
Pria Kesepian

Pria Kesepian

Gambar : Pria Kesepian Via Giphy

Waini, status jomblo kamu kemungkinan bias bertahan lebih lama kalau ga pernah keluar rumah. Paling PDKT

lewat sms, whatsapp, BBM, dan lain-lain. Tapi giliran ketemu bingung mau ngobrol apa. Nantinya di telepon atau komunikasi juga akan membosankan karena tak banyak cerita yang bisa kita bagikan.

“Kamu lagi apa?”

“Biasa, di depan komputer nih.”

Berbeda jika kamu memiliki cukup banyak kegiatan di luar, sehigga bisa menceritakan banyak pengalaman yang

terjadi di luar. Kalau tiap ditanya lagi dimana jawabannya di rumah, lagi ngapain di depan komputer, kan kaya ga perlu ditanyain lagi tho bero? Selain itu, kegalauan juga akan lebih bersahabat kalau kamu ga punya kegiatan selain di depan komputer.

Jadi meskipun pekerjaanmu bisa diselesaikan di rumah, menjaga hubungan sosial secara nyata dengan lingkungan tetep perlu ya. Kenapa kamu masih perlu keluar, bermain, dan bersosialisasi di dunia nyata? Karena tidak semua kebahagiaan bisa didownload bero. Ada yang mau nambahin?

Sumber:

https://www.jawarafile.com/