Deteksi 196 hoaks, Menkominfo minta bantuan platform untuk “take down”

Deteksi 196 hoaks, Menkominfo minta bantuan platform untuk “take down”

Deteksi 196 hoaks, Menkominfo minta bantuan platform untuk take down

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan telah menemukan sebanyak 196 hoaks, hingga Kamis pagi, dan meminta platform teknologi untuk menurunkan berita bohong terkait topik virus corona (COVID-19) di Indonesia.

“Ada 196 hoaks per hari,” ujar Johnny ditemui usai acara peresmian kerjasama Alita dan Facebook Connectivity di Jakarta, Kamis.

“(Menangani) hoaks corona ini ada dua jalur. Kita minta kepada digital platform, termasuk Facebook, Twitter, Instagram dan lainnya, dari pihak Indonesia kalau ada hoaks kita minta take down,” Johnny melanjutkan.

Lebih lanjut, menurut Johnny, sejumlah platform digital telah menurunkan konten terkait hoaks virus corona.

Namun, dikarenakan jumlah hoaks terus bertambah seiring dengan

penyebaran wabah tersebut, Johnny mendorong perusahaan digital untuk mempercepat langkah teknis penurunan konten hoaks di platform mereka.

Baca juga: Kominfo temukan 127 hoaks terkait virus Corona

Baca juga: Berita bohong bisa memperburuk kondisi wabah virus corona

“Tentu di perusahaan-perusahaan itu ada aturannya, mereka tentu menempuh aturannya, yang kita minta cepetan dikit jangan sampai hoaksnya berkembang, akhirnya menambah masalah, apalagi sudah statusnya epidemik yang bukan hanya masalah Indonesia ini sudah masalah global,” kata Johnny.

“Maka, global technology company juga mempunyai tugas yang sama

untuk bersama-sama kita cepat mengatasi itu, termasuk untuk mengatasi penyebaran hoaksnya,” lanjut dia.

Selain bekerjasama dengan platform digital media sosial, Johnny mengatakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus mempererat kerjasama dengan Kepolisian RI.

“Khusus corona, Kominfo sudah bersurat kepada Polri untuk melaksanakan

penegakan hukum bagi yang menyebarkan berita-berita ini di situasi pandemik dunia,” ujar Menkominfo.

Johnny juga mengimbau masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan berita bohong terkait virus corona, sebab pemerintah telah berusaha bersungguh-sungguh menjaga perluasan virus, yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rabu (11/3), sebagai pandemi.

 

Baca Juga :