Perbedaan Umrah Dengan Haji

Perbedaan Umrah Dengan Haji

Ibadah Umrah banyak memiliki persamaan dengan haji, kecuali ada beberapa perbedaan diantaranya :

  1. Umrah tidak mempunyai waktu tertentu dan tidak bisa ketinggalan waktu.
  2. Dalam   umroh   tidak   ada   wukuf   diarah   dan   tidak   ada   pula  mabit di

muzddalifah.

  1. Didalam umrah tidak ada melontar jumrah.
  2. Didalam umrah tidak ada menjamak dua sholat, itu karena ibadah haji, kalangan madzhad syafi’e bukanlah sebab bagi bolehnya jamak antaara dua sholat melainkan yang menjadi sebab hanyalah perjalanan (safar).
  3. Di dalam umrah tidak ada tawaf qudum dan tidak ada pula khutbah.
  4. Minat umrah adalah di tanah halal bagi semua orang, tanpa terkecuali berbeda dengan haji miqad haji bagi orang mekah adalah ditanah haram, sementara bagi orang selain mekah miqad pada tempat yang telah ditentukan nabi.
  5. Umrah berbeda dengan haji dari segi hukum, bila umroh itu hukumnya sunnat muakkad sedangkan haji adalah farduh.

Larangan Dalam Haji dan Umrah

Beberapa larangan dalam haji dan umrah yaitu :

  1. Bersetubuh, bermesra-mesraan, berbuat maksiat, dan bertengkar dalam haji.
  2. Dilarang menikah dan menikahkan (menjadi wali).
  3. Dilarang memakai pakaian yang di jahit, harum-haruman (minyak wangi), , menutup kepala, memakai sepatu yang menutup mata kaki. Adapun kaum wanita, mereka boleh memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya, kecuali dan kedua telapak tangannya.
  4. Perempuan dilarang menutup muka dan kedua telapak tangan.
  5. Dilarang berburu atau membunuh binatang liar yang halal di makan.

Dam

Jenis-jenis Dam yaitu :

  1. Dam (denda) karena memilih tamattu’ atau qiran. Dendanya ialah : menyembelih seekor kambing (qurban), dan bila tidak dapat menyembelih kurban, maka wajib puasa tiga hari pada masa haji dan tujuh hari setelah pulang ke negerinya masing-masing.
  2. Dam (denda) meninggalkan ihram dari miqatnya, tidak melempar jumrah, tidak bermalam di muzdalifah dan mina, meninggalkan tawaf wada’, terlambat wukuf di arafah, dendanya ialah memotong seekor kambing kurban.
  3. Dam (denda) karena bersetubuh sebelum tahallul  pertama, yang membatal-kan haji dan umrah. Dendanya menurut sebagian ulama ialah menyembelih seekor unta, kalau tidak sanggup maka seekor sapi, kalau tidak sanggup juga, maka dengan makanan seharga unta yang di sedekahkan kepada fakir miskin di tanah haram, atau puasa sehari untuk tiap-tiap seperempat gantang makanan dari harga unta tersebut.
  4. Dam (denda) karena mengerjakan hal-hal yang di larang selagi ihram, yaitu bercukur, memotong kuku, berminyak, berpakaian yang di jahit, bersetubuh setelah tahallul pertama. Dendanya boleh memilih diantara tiga, yaitu menyembelih seekor kambing, kerbau, puasa tiga hari atau sedekah makanan untuk 6 orang miskin sebanyak 3 sha’ (kurang lenih 9,5 liter).
  5. Orang   yang   membunuh   binatang   buruan   wajib membayar denda dengan

ternak yang sama dengan ternak yang ia bunuh.

  1. Dam sebab terlambat sehingga tidak bisa meneruskan ibadah haji atau umrah,

baik terhalang di tanah suci atau tanah halal, maka bayarlah dam (denda) menyembelih seekor kambing dan berniatlah tahallul (menghalalkan yang haram) dan bercukur di tempat terlambat itu

Sumber: https://whypoll.org/crashing-season-apk/