Pengertian ‘AM

Pengertian ‘AM

Lafazh yang umum (‘am) ialah yang menunjukan pada jumlah yang banyak dan satuan yang termasuk dalam pengertiannya dalam satu makna yang berlaku

Al-Am menurut iatilah ushul ficlih adalah :

الَّفْظُ اْلمُسْتَغْرِقُ لِجَمِيْعِ ماَيَصْلُوْحُ بِحَسْبِ وَضْعٍ وَاحِدٍ دَفْعَةً

“Lafaz yang mencakup akan semua apa saja masuk padanya dengan satu ketetapan & sekaligus”

Contoh lafaz Am seperti lafaz “laki-laki”  ( الرِّجاَلُ )  dalam lafaz tersebut mencakup semua laki-laki. Atau lafaz “manusia” itu mencakaup semua manusia. Sementara golongan Hanafiah memberi definiai lain sebagai berikut:

“Lafaz Am ialah suatu lafaz yang mencakup arti secara keseluruhan”.

Pengertian yang ditunjukan oleh Lafazh ‘Am

Para ulama berbeda pendapat, apakah pengertian yang ditunjukan oleh lafazh ‘am itu bersifat gathi atau zhanny. Golongan Hanafiah berpendapat bahwa penunjukan lafazh ‘am itu terhadap satuan yang termasuk dalam pengertiannya itu tergolong gathi, Mereka menyebut contoh , firman Allah:

Artinya :

Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan iateri-iateri (hendaklah para iateri itu) menangguhkan dirinya (ber’iddah) empat bulan sepuluh hari. (Q.S. Al-Baqarah:234)

Ayat tersebut meliputi seluruh perempuan yang ditinggal mati suaminya hendaklah beribadah dalam waktu yang telah ditentukan kecuali bila ada yang mengkhususkan,baik perempuan itu belum dicampuri suaminya atau sudah dicampuri.

Demikian pula firman Allah yang berbunyi :

Artinya :

Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), Maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. (Ath­-Tahalaq : 4 )

Dari ayat tersebut dipahami bahwa yang dimaksud Iddah diaana ialah meliputi seluruh iddahnya perempuan-perempuan yang tidak lagi haid baik berpiaahnya itu diaebabkan talak/ karena Faskh setelah dicampuri.

Sumber: https://carbomark.org/