Pandangan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP)

Pandangan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP)

Menurut BPKP korupsi dapat dipucu oleh :

  1. Aspek individu pelaku yang tamak, lemah moral, rendahnya pengahasilan, kebutuhan hidup mendesak, gaya hidup konsumtif, serta ajaran agama yang kurang diterapkan.
  2. Aspek organisasi, kurang keteladanan pimpinan, kultur yang salah, lemahnya akuntabilitas, lemah pengendalian manajemen.
  3. Tempat individu dan organisasi berada, komunitas korup, kurang sadar akibat korupsi komunitas dirugikan, kurang sadar dirinya sebagai komunitas yang korup, kurang sadarnya komunitas bahwa pemberantasan korupsi efektif bila melibatkan komunitas, adanya peratuaran yang hanya menguntungkan penguasa dan kroninya.
  4. Pandangan Budaya Korupsi di Indonesia

Korupsi dimasa orde baru telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia. Menurut Bill Dalton dalam Darlis Darwis 1999, menyebutkan: “Korupsi justru sudah sebagai cara hidup (the way of life) masyarakat indonesia. Korupsi merupakan warisan budaya Indonesia. Karena merupakan warisan budaya maka kita sangat kreatif untuk selalu korupsi. Bagaimanapun kita mengatur hal-hal penting agar menjadi baik atau menjadi bersih dari KKN maka peraturan itu menjadi tidak efektif karena selalu dapat diakali untuk dikorupsi atau dimanipulasi.

Korupsi adalah budaya bangsa yang tidak dapat kita terima karena dua hal pertama, pandangan itu bertentangan dengan fakta sejarah; kedua, kalau kita memepercayai pandangan itu berarti percaya pula bahwa apapun yang kita lakukan akan cenderung gagal sebab budaya itu sangat sulit untuk diubah.

Sumber :

https://finbarroreilly.com/