Pengertian Masa Nifas

 Pengertian Masa Nifas

  1. Masa nifas  (Puerperium) dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat kandungan kembali seperti keaadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung kira-kira 6 Minggu. Masa nifas dilakukan untuk menilai keadaan ibu dan bayi baru lahir dan untk mencegah, mendeteksi dan menangani masalah-masalah yang terjadi (Saifuddin AB., 2011).
  2. Masa nifas atau puerperium adalah masa atau waktu sejak bayi dilahirkan dan plasenta keluar dari rahim, dimulai sejak satu jam setelah lahirnya plasenta yang berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari, yang diperlukan untuk pulihnya kembali organ-organ yang berkaitan dengan kandungan yang mengalami perlukaan berkaitan saat melahirkan untuk kembali pada keadaan yang normal (Wiknjosastro, Hanifa. 2007).
  3. Masa nifas atau puerperium adalah masa pulih kembali mulai dari persalinan selesai sampai alat kandungan kembali seperti pra hamil lama masa nifas ini yaitu 6 – 8 minggu (Sarwono.2008).
  1. Komplikasi Pada Masa Nifas

  2. Perdarahan Pervaginam
  3. Definisi

Perdarahan pervaginam yang melebihi 500ml setelah bersalin

didefinisikan sebagai perdarahan pasca persalinan, terdapat beberapa

masalah mengenai definisi ini :

1)         Perkiraan kehilangan darah biasannya tidak sebanyak yang sebenarnya, kadang-kadang hanya setengah dari biasanya. Darah tersebut bercampur dengan cairan amnion atau dengan urine, darah juga tersebar pada spon, handuk dan kain di dalam ember dan lantai.

2)         Volume darah yang hilang juga bervariasi akibatnya sesuai dengan kadar hemoglobin ibu. Seorang ibu dengan kadar Hb normal akan dapat menyesuaikan diri terhadap kehilangan darah yang akan berakibat fatal pada anemia. Seorang ibu yang sehat dan tidak anemia pun dapat mengalami akibat fatal dari kehilangan darah.

3)         Perdarahan dapat terjadi dengan lambat untuk jangka waktu beberapa jam dan kondisi ini dapat tidak dikenali sampai terjadi syok.

Penilaian resiko pada saat antenatal tidak dapat memperkirakan akan terjadinya perdarahan pasca persalinan. Penanganan aktif kala III sebaiknya dilakukan pada semua wanita yang bersalin karena hal ini dapat menurunkan insiden perdarahan pasca persalinan akibat atonia uteri. Semua ibu pasca bersalin harus dipantau dengan ketat untuk mendiagnosis perdarahan fase persalinan.

  1. Penyebab

1)         Uterus atonik (terjadi karena misalnya: plasenta atau selaput ketuban tertahan).

2)         Trauma genetalia (meliputi penyebab spontan dan trauma akibat pelaksanaan atau gangguan, misalnya kelahiran yang menggunakan peralatan termasuk sectio caesaria, episiotomi).

3)         Koagulasi intravascular disetaminata.

4)         Inversi uterus.

Hemorargi post partum sekunder adalah mencakup semua kejadian PPH yang terjadi antara 24 jam setelah kelahiran bayi dan 6 minggu masa post partum.

 

Recent Posts