Solusi Penanggulangan Korupsi

Solusi Penanggulangan Korupsi

  1. Penanggulangan Korupsi

  2. Adanya kesadaran rakyat ikut memikul tanggung jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrososial, dan itdak berdikap apatis acuh tak acuh.
  3. Menanamkan aspirasi nasional yang positif.
  4. Para pemimpin dan pejabat memeberikan teladaan, baik dengan mematuhi pola hidup sedrhana, dan memiliki rasa tanggung jawab susila.
  5. Adnya sangsi dan kekuatan untuk menindak, memberantas dan menghukum tindak korupsi.
  6. Reorganisasi dan rasionalisai dari organisai pemerintahan, melalui penyederhanaan jumlah departemen beserta jawatan-jawatan sebawahannya.
  7. Adanya sistem penerimman pegawai berdasarkan prinsip achievement atau keterampilan teknis.
  8. Adanya kebutuhan pada pegawai-pegawai nengeri yang non-politik, demi kelancaran administrasi pemerintah.
  9. Menciptakan aparatir pemerintahan yang jujur.
  10. Sistem budget dikelola oleh pejabat-pejabat yang mempunyai tanggung jawab etis tinggi dibarengi sisitem kontrol yang efisien.
  11. Heregistrasi (pencatatan ulang) terhadap kekayaan per-orangan yang menyolok , dengan pengenaan pajak yang tinggi.

Menurut sumber lainnya, Penanggulangan tindakan korupsi dapat dilakukan antara lain dengan:

  1. Adanya politikal will (keinginan politik) dan political action (tindakan politik) dari pejabat negara dan pimpinan lembaga pemerintah pada setiap satuan kerja organisasi untuk melakukan langkah proaktif pencegahan dan pemberantasan perilaku dan tindak pidana korupsi.
  2. Penegakkan hukum secara tegas dan berat.
  3. Membangun lembaga-lembaga yang mendukung upaya pencegahan korupsi.
  4. Membangun mekanisme penyelenggaraan pemerintahan  yang menjamin terlaksananya praktik good and clean governance, baik disektor pemerintahan, swasta, atau organisasi kemasyarakatan.
  5. Memberikan pendidikan anti korupsi baik melalui pendidikan informal dan formal.
  6. Gerakan agama anti korupsi, yaitu gerakan membangun kesadaran keagamaan dan mengembangkan spiritualitas antikorupsi.
  7. Dampak Patologi Korupsi

Korupsi di Indonesia telah menjadi penyakit sosial yang sangat membahayakan kelangsungan kehidupan bangsa dari upaya mewujudkan keadilan sosial, kemakmuran dan kemandirian,bahkan memenuhi hak-hak dasar kelompok masyarakat rentan (fakir miskin, kaum jompo dan anak-anak terlantar). Menurunnya tingkat kesejahteraan (menyengsarakan rakyat), kerusakan lingkungan sumber daya alam, mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan, hilangnya modal manusia yang handal, rusaknya moral masyarakat secara besar-besaran bahkan menjadikan bangsa pengemis, investasi dari negara lain yang menurun merupakan cerminan dari dampak korupsi.

Dampak korupsi melahirkan serentetan peristiwa tragis, melanggar hak asasi,  ketidakadilan, ketidak jujuran, kesewenang-wenangan, arogasi kekuasaan, jual beli jabatan, suap dan pembinaan karier aparat yang tak profesional lagi.

 

Sumber :

https://littlehorribles.com/