Jenis-jenis Karet Alam

Jenis-jenis Karet Alam

  1. Karet alam konvensional

Terdiri dari golongan karet sheet dan crepe. Dalam Green Book yang diterbitkan oleh International Rubber Quality and Packing Conference, jenis-jenis karet alam olahan yang termasuk karet alam konvensional adalah

–          Ribbed Smoked Sheet (RSS), berupa lembaran sheet yang diproses melalui pengasapan yang baik. Ada beberapa kelas dalam jenis ini, yang terbaik adalah X RSS, dimana karet harus benar-benar bersih, kering, kuat, bagus dan setiap bagian mendapat pengasapan sempurna.

–          White crepe pale crepe, jenis ini memiliki warna putih atau muda, ada yang tebal dan ada pula yang tipis. Standar mutu yang paling baik adalah karet yang kering, kokoh dan warnanya putih merata. Warna yang luntur, bau asam atau tidak enak, noda, debu, pasir, minyak atau bekas oksidasi tidak diperbolehkan.

–          Estate brown crepe, crepe ini memiliki warna cokelat muda. Umumnya, jenis ini diproduksi oleh perkebunan-perkebunan besar atau estate. Jenis ini dibuat dari bahan-bahan yang kurang baik, seperti sisa lateks, lump atau koagulum yang berasal dari prakoagulasi, serta scrap atau lateks kebun yang sudah kering di bidang penyadapan. Brown crepe tebal disebut thick brown crepe dan yang tipis disebut thin brown crepe. Standar mutu yang paling baik adalah karet harus kering, bersih dan berwarna cokelat muda. Dalam kelas ini tidak diperbolehkan adanya noda, benda-benda asing semacam pasir, bekas oksidasi, bau asam atau bau tidak enak dan warna yang luntur.

–          Compo crepe, terbuat dari bahan lump, scrap pohon, potongan-potongan sisa RSS atau slab basah. Scrap tanah tidak diperbolehkan dalam pembuatan compo crepes ini. Standar mutu terbaik dari jenis ini, karet harus dalam keadaan kering, bersih dan berwarna cokelat muda. Luntur, noda-noda, pasir atau benda asing lain, minyak dan bekas oksidasi tidak diperbolehkan. Meskipun demikian, adanya belang-belang masih diperbolehkan.

–          Thin brown crepe remills, merupakan crepe cokelat yang tipis karena digiling ulang. Bahannya sama dengan bahan brown crepe lainnya, tetapi masih digiling lagi, sehingga didapatkan crepe dengan ketebalan sesuai dengan yang dikehendaki. Standar mutu yang paling baik adalah karet berwarna cokelat muda, kering dan bersih. Belang-belang masih diperbolehkan asal dalam jumlah kecil.

–          Thick blanket crepe ambers, merupakan crepe blanket yang tebal dengan warna cokelat, dan terbuat dari slab basah, sheet tanpa pengasapan, lump dan scrap dari perkebunan besar atau kebun rakyat yang baik mutunya. Tidak boleh menggunakan scrap tanah. Standar mutu terbaik pada jenis ini karet harus kering dan bersih dengan warna cokelat muda.

–          Flat bark crepe, merupakan karet tanah atau earth rubber, yakni crepe yang dihasilkan dari scrap karet alam yang belum diolah, termasuk scrap tanah yang berwarna hitam. Karet ini harus kering dengan warna cokelat tua sampai kehitaman dan bertekstur sedang hingga lembek. Pada jenis ini tidak diperbolehkan adanya kelunturan, bekas panas, pasir, lumpur, dan pengepakan tidak bersih.

–          Pure smoked blanket crepe, didapatkan dari penggilingan karet asap yang berasal dari ribbed smoked sheet, termasuk karet bongkah dan sisa potongannya. Standar mutunya adalah kering, bersih, kuat, liat dan berbau karet asap yang khas. Pasir dan benda asing lain, warna luntur, bekas minyak dan pengepakan yang tidak bersih tidak diperbolehkan. Warnanya dari cokelat hingga cokelat tua.

–          Off crepe, terbuat dari bahan-bahan sisa atau bermutu jelek, misalnya lembaran-lembaran RSS yang penggilingannya tidak sempurna, busa lateks dan bekas air cucian yang masih banyak mengandung lateks. Tidak ada standar mutu pada karet jenis ini karena memang secara umum karet ini tidak memiliki standar.

Sumber :

https://superforex.co.id/bos-microsoft-sambangi-kantor-pusat-xiaomi-di-beijing/