Lateks pekat

Lateks pekat

Berbeda dengan jenis karet lain yang berbentuk lembaran atau bongkahan, lateks pekat berbentuk cairan pekat. Pemrosesan bahan baku menjadi lateks pekat bisa melalui pendadihan (creamed latex) atau pemusingan (centrifuged latex). Lateks pekat ini biasanya merupakan bahan untuk pembuatan barang-barang yang tipis dan bermutu tinggi.

  1. Karet bongkah

Karet bongkah berasal dari karet remah yang dikeringkan dan dikilang menjadi bandela-bandela dengan ukuran yang telah ditentukan.

  1. Karet spesifikasi teknis

Karet spesifikasi teknis atau crumb rubber merupakan karet yang dibuat secara khusus, sehingga mutu teknisnya terjamin yang penetapannya didasarkan pada sifat-sifat teknis. Penilaian mutu yang hanya berdasarkan aspek visual, seperti berlaku pada karet sheep, crepe dan lateks pekat tidak berlaku untuk karet jenis ini. Karet spesifikasi teknis ini dikemas dalam bongkah-bongkah kecil dengan berat dan ukuran seragam.

  1. Karet reklim Karet

reklim atau reclaimed rubber adalah karet yang didaur ulang dari karet bekas. Umumnya bekas ban mobil atau ban berjalan di pabrik-pabrik besar. Karet reklim diusahakan pertama kali pada tahun 1848 oleh Alexander Parkes dan ternyata tetap dibutuhkan sampai sekarang, bahkan dalam jumlah yang cukup banyak. Kelebihan karet reklim ini adalah daya lekatnya bagus, kokoh, tahan lama dalam pemakaian, serta lebih tahan terhadap bensin dan minyak pelumas dibandingkan dengan karet yang baru dibuat. Kelemahannya, kurang kenyal dan kurang tahan gesekan.

  1. Pembahasan Perusahaan
  2. PERUSAHAAN “RUBBER-B”

RUBBER-B merupakan perusahaan  industri yang mengelola karet alam menjadi bahan setengah jadi yang berada di Kec. Parindu,Kab, Sanggau,Kalimantan barat.Nama RUBBER-B sendiri diambil dari dua komponen kata dan huruf yaitu RUBBER,yang artinya karet,dan B yang merupakan singkatan dari Borneo( Kalimantan)Perusahaan ini didirikan untuk beberapa tujuan yaitu:

  1. Mengoptimalkan potensi pertanian karet khususnya yang ada di Kec. Parindu
  2. Meningkatkan kesejahteraan petani karet khususnya di Parindu
  3. Menciptakan bahan baku karet yang berkualitas sehingga mampu bersaing dipasar nasional maupun internasional
  4. Sumber Bahan Baku

Perusahaan ini mendapat supply bahan baku dari petani karet di sekitar Kec. Parindu. Dalam proses pengambilan bahan bakunya perusahaan RUBBER-B akan langsung menerima dan membeli produk karet dari petani dengan harga yang berbeda-beda tergantung kualitas karet.Jika karet yang dijual oleh petani bersih,dan masih baru (kurang dari 1 bulan setelah panen) maka akan dihargai Rp. 10.000/kg,jika karet kotor dan masih baru akan dihargai Rp. 6.000/kg,dan jika karet bersih dan sudah lama akan dihargai Rp. 8.000/kg , sedangkan karet yang kotor dan sudah lama akan dihargai Rp. 5.000/kg.Perbedaan harga tersebut dikarenakan kualitas karet dapat mempengaruhi proses pengolahan dan harga jual karet setelah diolah.

  1. Proses Pengolahan dan Gambaran Produk

Dalam proses pengolahannya,karet akan dipilih sesuai dengan 4 kriteria harga yang dijelaskan diatas.Hal ini dilakaukan karena beda kualitas maka berbeda juga proses pengolahannya baik komponen pengolahan maupun waktu  yang digunakan untuk mengolahnya.

Karet yang sudah dipilih berdasarkan kelompoknya akan dibersihkan dengan mesin, diberikan cairan pelunak dan dicetak dalam cetakan balok,sehinggan nantinya akan menghasilkan bahan baku karet yang bersih,lunak dan berbentuk balok berukuran 10 kg,sehingga lebih ptaktis dalam pengangkutannya,dan pengolahannya menjadi bahan jadi.Untuk mengurangi bau yang menyengat,karet akan diberi cairan yang dapat meminimalisir bau yang tak sedap dari karet.Karet juga akan dikemas dalam plastik transparan ilengkapi dengan logo merek perusahaan RUBBER-B,dengan nama merek yang sama yaitu RUBBER-B sehingga karet tidak menyisakan kotoran selama pendistribusian,dan karet mempunyai identitas produk sendiri yang dapat memudahkan perusahaan pembeli atau masyarakan membedakannya dengan karet lain.

  1. Tahap pengenalan karet dan pengembangan produk.

Tahap awal adalah menentukan strategi bagaimana agar karet RUBBER-B dapat dikenal oleh masyarakat dan perusahaan manufaktur yang mengolah bahan baku karet dalam membuat produknya. Untuk kemasyarakat, kami melakukan sosilaisasi dan pengenalan perusahaan kami baik melalui kegiatan sosilaisasi di desa maupun di wilayah masyarakat tertentu maupun dengan brosur. Untuk perusahaan manufaktur dalam negeri, kami akan melakukan kunjunagan langsung ke perusahaan dan memperkenalan produk kami, dan memberikan sampel produk untuk nantinya dapat di coba oleh perusahaan tersebut, dengan harapan kepuasan dan kepercayaan  perusahaan terhadap produk dan perusahaan RUBBER-B sehingga mau bekerjasama dan menjadikan RUBBER-B pilihan  utama bahan baku karet perusahaan tersebut.Dari awal yang baik tersebut, RUBBER-B dapat melebarkan sayapnya menjadi produk karet yang mampu bersaing dipasar nasional.

Sumber :

https://youtubers.id/tembus-200-juta-unduhan-super-mario-run-tidak-menguntungkan/