Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Masing-masing orang tua memiliki karakteristik mengajar anak versinya sendiri-sendiri. Tentunya hal ini didasari berbagai pertimbangan. Namun, setiap orang tua memiliki harapan anak mendengarkan nasihat dan nasihat setiap hari dari orang tuanya. Kemampuan mendengarkan dan menghargai orang lain sudah dilatih sejak tua, mulai mengenal Anda. Bukan tidak mungkin untuk terlihat seperti anak kecil. Ya, Anda tidak bisa meminta seorang anak untuk menuruti orang tuanya jika Anda tidak memimpin dengan baik.

Cara yang benar untuk mengajari anak agar bisa mendengarkan orang tua

1. Jangan berbeda
Menurut Mary Rourke, Ph.D. dari Institut Psikologi Klinis Mahasiswa Universitas Widener, anak usia 7-8 tahun sudah mulai perlu untuk bisa mengontrol diri, termasuk pilihan untuk mendengarkan atau tidak. Anak-anak pada kelompok usia ini juga lebih tertarik dengan dunia dan keluarga, misalnya di sekolah atau di lingkungan bermain. Dengan demikian, mereka menikmati dunia baru yang bahagia dan seringkali melupakan orang tua mereka.

Jika Anda mengalaminya, jangan berteriak atau berteriak saat memberikan instruksi kepada anak. Istirahat hari dan ajak anak Anda duduk bersama sambil mengimbau makan. Setelah menciptakan mood yang hangat, mulailah mengetahui waktu kompilasi yang orang tua katakan, mereka harus mendengarkan dengan lembut.

Berikan contoh kehidupan nyata bagaimana seorang anak mungkin tidak mendengarkan Anda. Tanpa menyalahkan anak di bawah umur, cobalah membuat perasaan ketika anak-anak Anda tidak pernah melakukannya dengan orang tua dan anak-anak berupa kompilasi yang dengan mudah Anda dengarkan.

2. Dengarkan minat anak
Menurut dr. Gail Saltz, seorang psikolog, mengatakan hal terpenting yang harus Anda bicarakan dengan anak Anda adalah mendengarkan apa yang dia minati. Pasalnya, ketika anak mendapat perhatian mendengarkan dirinya sendiri, maka mereka akan lebih dihargai dan dipercaya untuk lebih menarik dengan apa yang Anda katakan.

Hal ini dikuatake oleh klaim dari Mark Asakusa, Ph.D., profesor psikologi di University of Evansville, bahwa menurut Anda orang tua akan dapat menerima anak yang berkumpul untuk mendengarkan orang tua apa yang ada dalam benak anak. Sederhananya, saat Anda mengalami masalah yang dialami anak, cobalah mendengar apa pun yang menyebabkannya demikian.

Kemudian pasangkan diri Anda pada posisi itu dan lihat bagaimana rasanya. Terakhir, kembalikan masalahnya lagi, Anda akan tahu alasan mengapa anak tidak mematuhi perintah orang tua.

3. Beri arahan yang kuat, tapi tetap hangat
Bagaimana cara mengajari anak berarti tidak penting yang harus diselidiki oleh orang tua yaitu memberikan instruksi tegas yang menyuruhnya, tetap hangat. Jangan menunggu sampai nada tinggi seperti anak menangis lebih nyaman untuk nurutake instruksi dan instruksi.

4. Cari tahu apakah anak tidak mau mendengarkan
Yang lebih bisa dilakukan adalah mencari tahu apa yang menyebabkan anak tersebut bertindak. Misalnya, anak usia sekolah banyak menghabiskan waktunya di sekolah dengan mengikuti berbagai pedoman.

Tidak, karena anak yang dituju akan dirumah bisa bebas tanpa dibatasi oleh semua aturan. Terakhir, tidak perlu menghilangkan pengguna Anda.

Tanyakan kepada anak yang baik apa yang mereka dengar. Jangan lupa diskusikan dengan anak, komunikasi seperti apa yang Anda inginkan dengan anak.

5. Beri anak waktu untuk berubah
Mempertimbangkan berbagai cara mendidik anak sesuai dengan karakternya tidaklah mudah. Dalam hal ini, Anda tidak perlu berharap terlalu cepat. Pasalnya, proses komunikasi yang baik merupakan proses yang memakan waktu singkat.

Daripada mendengarkan anak Anda yang Anda jalani, lebih baik Anda mengamati perubahan sikap saat dia menerima permintaan Anda. Jika seorang anak membuat perubahan, pujilah perubahan itu.