Beberapa Masalah Saat Membuat Foto Bokeh

Bokeh berasal dari bahasa Jepang, yang berarti kualitas buram atau buram, yang digunakan untuk mendeskripsikan kualitas buram yang estetika atau menyenangkan dalam gambar dengan kedalaman bidang yang dangkal. Beberapa orang mengira bahwa bokeh hanyalah latar belakang yang buram dari apa yang Anda lihat, tetapi lebih dari itu, bagian gambar Anda yang buram terlihat.

Bergantung pada lensanya, bagian yang diburamkan sebenarnya akan terlihat berbeda, tampak lebih bulat atau pecah dalam bentuk heksagonal, seperti yang ditentukan oleh bentuk bilah membran, yang berarti kompartemen. Jumlah bilah menentukan bentuk bokeh. Lensa dengan bilah yang lebih sedikit menghasilkan bokeh segi delapan, sedangkan lensa dengan bilah lebih banyak menghasilkan bokeh yang lebih halus dan bulat. Ini lebih mudah dilihat di lampu sorot daripada di cahaya redup.

Terserah Anda, mana yang Anda suka, tetapi biasanya saat orang membicarakan tentang bokeh yang “bagus”, mereka merujuk ke bentuk yang lebih bulat. Saat Anda membeli lensa, biasanya Anda dapat menghitung jumlah bilahnya. Anda juga dapat melihat apakah “batang membran” adalah layanan terdaftar. Temukan lensa bundar dengan lebih dari delapan bilah. Anda juga dapat membuat atau membeli berbagai bentuk bokeh dengan memotong bentuk dari kertas gelap dan menutupi lensa dengannya.

Table of Contents

Masalah menambahkan bokeh

Jika Anda kesulitan mendapatkan kualitas buram yang sulit ditentukan dan menarik, ada beberapa hal penting yang perlu Anda periksa dan sesuaikan untuk bokeh yang lebih baik.

  • Bokehnya terlalu “kering”. Fotografer sering menyebut bokeh “tajam”, yang berarti sudut yang tidak buram. Pertama, pastikan ruangan Anda cukup luas. Pastikan selebar mungkin, dan jika tidak cukup lebar, Anda mungkin memerlukan lensa lain.
    Namun, ini juga bisa menjadi masalah jika lensa Anda tidak memiliki cukup bilah atau bentuk bilahnya tidak bagus, dalam hal ini solusinya adalah berinvestasi dalam lensa baru.
  • Latar belakang tidak terlalu buram. Apakah Anda cukup dekat dengan subjek? Pastikan jaraknya cukup dekat dengan subjek. Untuk meningkatkan bokeh yang bagus, Anda harus sangat dekat dengan kedalaman bidang yang dangkal.
  • Topiknya terlalu kabur. Saat bukaan terbuka, penting agar kamera stabil. Ini karena gerakan apa pun dapat menyebabkan seluruh gambar menjadi buram, yang bukan bokeh, melainkan gambar buram. Ingatlah bahwa salah satu elemen hebat bokeh adalah subjeknya difokuskan secara tajam selama latar belakang buram. Anda mungkin memerlukan tripod atau metode lain untuk menjaga kamera tetap diam saat mencoba menangkap bokeh.
  • Gambar terlalu terang. Masalah lain yang mungkin adalah cahayanya mungkin terlalu kuat untuk memotret dengan bukaan lebar. Nilai aperture kamera menentukan seberapa banyak cahaya yang masuk, yang artinya mengambil foto dengan aperture besar dapat menghasilkan foto yang terlalu terang atau meledak dalam cahaya terang. Solusinya adalah dengan menggunakan filter kepadatan netral yang menyaring sebagian cahaya. Pilihan lainnya adalah menunggu hingga malam hari ketika cahayanya tidak terlalu kuat.
    Meskipun ini mungkin tampak rumit pada awalnya, namun memperbaiki bokeh sangatlah mudah jika Anda memahaminya. Seperti kebanyakan teknik fotografi, kunci sukses adalah bereksperimen dengan peralatan Anda dan melihat mana yang paling berhasil.